SAMARINDA – Pelatihan Coaching for Leaders bagi para pejabat Administrator dan Pejabat Fungsional Widyaiswara Ahli Madya dan Ahli Utama serta Bimbingan Teknis bagi Koordinator dan Operator Inovasi Daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Sekda Provinsi Kalimantan Timur, Ir. Farisya Yana, M.Si., di Aula Besar BPSDM Kaltim, Samarinda, Rabu, (29/7/2026).

Peserta Pelatihan Coaching for Leaders serta Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Koordinator dan Operator Inovasi Daerah.(foto: Andi Muliandi/hms)

Sekretaris Daerah Kalimantan Timur, Sri Wahyuni dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, mengingatkan tentang keharusan pemimpin memiliki kemampuan untuk mendengar, membuka ruang diskusi, membangun kepercayaan serta membantu bawahan menemukan solusi dan mengembangkan kepasitas dirinya.

Usai membacakan sambutan tertulis Sekretaris Daerah, Farisya Yana memberikan pembekalan singkat kepada peserta pelatihan tentang pentingnya memahami tiga kontinum psikologis manusia.

Pertama, area minus, yaitu kondisi tidak sehat secara psikologis, seperti trauma atau depresi berat.

Kedua, area netral, yaitu kondisi sehat dan normal, namun belum memiliki keterampilan dasar (basic konwledge & skills).

Ketiga area plus, yaitu kondisi sehat, sudah memiliki keterampilan, namun membutuhkan optimasi untuk mencapai potensi maksimal.

Lebih lanjut Yana mengatakan, bahwa “tugas coach bukan menggurui. Ketika melakukan coaching hendaknya menjauhi kebiasaan memberikan nasehat secara langsung”.

Seorang coach dalam melaksanakan coaching disarankan untuk melakukan pendekatan inkuiri, yaitu menggunakan pertanyaan-pertanyaan strategis untuk mengajak coachee berpikir dan menggali dan mengembangkan potensi yang dimiliki, pungkas Yana.

Sementara itu, Kepala BPSDM Kaltim, Nina Dewi, menyampaikan bahwa peserta pelatihan coaching for leaders sebanyak 44 orang. Sedangkan untuk Bimtek bagi Koordinator dan operator diikuti oleh 77 orang peserta utusan dari seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemprov. Kaltim.

Kepala BPSDM Kaltim, Nina Dewi saat menyampaikan sambutan.

Lebih lanjut, Nina Dewi menjelaskan bahwa tujuan kedua pelatihan tersebut adalah untuk meningkatkan ekosistem inovasi di Provinsi Kalimantan Timur untuk mendukung percepatan transformasi birokrasi, meningkatkan kompetensi teknis aparatur serta mendorong budaya kerja ASN yang kreatif, inovatif dan adaptif.

Nampak hadir pada saat acara pembukaan, Agung Solihin, narasumber utama Coaching for Leaders sekaligus founder SCB International Consulting, Kepala Balitbangda Kaltim, Fitriansyah, Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Manajerial dan Fungsional (PKMF), Apriyana Rachmawaty, dan Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Teknis (PKT) BPSDM Kaltim, Roslinda.

Usai pembukaan, selanjutnya masing-masing peserta mengikuti kegiatan pelatihan selama dua hari penuh, yaitu tanggal 28-29 Juli 2026 di kelas yang berbeda dengan fasilitator yang berbeda.

Pelatihan Coaching for Leaders dipandu langsung oleh Coach Nasional yang sudah sangat terkenal di bidang peningkatan dan pengembangan budaya kerja bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), yaitu Dr. Agung Solihin beserta Tim. Materi yang disampaikan selama 16 jam pelajaran (JP), meliputi Culture Design Review, The Important of Coaching, Teknik Coaching, Review Materi H1, Coaching Model, dan Roolplay Coaching.

Sedangkan Bimbingan Teknis bagi Koordinator dan Operator Inovasi Daerah menghadirkan narasumber dari Badan Kebijakan Strategi Dalam Negeri Kemendagri. Materi yang disampaikan tentang (1) Penjelasan Indikator Inovasi; (2) Teori dan Praktik Menyusun Profil Inovasi.

Narasumber berikutnya dari Pusat Pembelajaran Strategi Kebijakan Pelayanan Publik Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (Pusjar SKPP LAN-RI). Materi yang disampaikan tentang Inovasi untuk Pendekatan Pelayanan dan Mempermudah Pekerjaan.

Sedangkan narasumber Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah, mengangkat materi tentang membangun ekosistem inovasi. Adapun materi yang disampaikan oleh narasumber yang berasal dari BPSDM Kaltim adalah tentang Konsep-konsep dasar inovasi. Selama dua hari pelatihan, peserta mendapatkan e-sertifikat sebanyak 17 jam pelajaran (JP).

Jauhar Efendi, Widyaiswara Ahli Utama BPSDM Kaltim sebagai salah satu peserta Coaching for Leader menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kepala BPSDM Kaltim yang telah memberikan kesempatan untuk mengikuti pelatihan ini.

Jauhar Efendi, Widyaiswara BPSDM Kaltim (tengah) tampak hadir pada pembukaan Pelatihan Coaching for Leaders serta Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Koordinator dan Operator Inovasi Daerah.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi saya pribadi ketika menjadi Coach di berbagai pelatihan, karena bisa membedakan kapan harus bertindak sebagai trainer, mentor, konsultan dan sebagai coach”, aku Jauhar.

Sementara itu, Syahrial Hidayat, Pejabat Administrator yang diberi kepercayaan sebagai Kepala Bidang Keperawatan dari Rumah Sakit Abdoel Wahab Sjachranie, Samarinda, mengaku bersyukur mengikuti Pelatihan Coaching for Leader. Hal ini dikarenakan dapat menambah wawasan menjadi lebih luas, terutama dalam membangun budaya organisasi, khususnya melalui metode coaching.

Lebih lanjut, Syahrial menambahkan, bahwa dengan kekuatan 975 tenaga perawat dan bidan yang menjadi tanggungjawabnya, ia semakin yakin ilmu coaching yang dia peroleh selama dua hari pelatihan akan lebih mudah diterapkan dalam mewujudkan budaya organisasi yang beorientasi pada pelayanan.

“Saya semakin memahami bahwa budaya organisasi yang baik tidak terbentuk secara instan, melainkan lahir dari kebiasaan-kebiasaan baik yang dilakukan setiap hari di lingkungan kerja”, aku Syahrial.

Pelajaran lain yang ia petik adalah bahwa perubahan organisasi bukan dikerjakan atau dilakukan oleh satu orang saja, tetapi dilakukan bersama-sama, dengan terus membiasakan perbaikan di setiap proses kerja.

Ditambahkannya, bahwa Coach Agung Solihin selaku narasumber sangat piawai dalam menjelaskan bahwa seorang pejabat administrator bukan hanya sebagai pemimpin yang mengarahkan, tetapi juga sebagai coach yang harus memiliki kemampuan mendengar, menggali potensi, memberi motivasi, dan membantu setiap anggota tim agar berkembang, pungkas Syahrial.

Sementara itu, Sugeng Chairuddin, Widyaiswara Ahli Utama BPSDM Kaltim juga merasa bersyukur mengikuti pelatihan ini, terutama pada sesi praktik coaching, yang disampaikan oleh fasilitator, Dr. Agung Solihin. “Saya memperoleh manfaat yang besar, karena membuat tahapan untuk melakukan coaching menjadi lebih tajam”.(mje/mn)

Loading