BATU — Pengemudi ambulans dituntut untuk selalu mengutamakan keselamatan dan memahami etika berlalu lintas secara baik dan benar. Sikap arogan di jalan raya harus dihindari agar tugas-tugas kemanusiaan yang diemban dapat berjalan lancar tanpa membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Perkumpulan Pengemudi Ambulans Indonesia (PPAI) Pusat, Zulhardi, saat membuka Seminar Nasional Keselamatan dan Etika Pengemudi Ambulans yang menghadirkan narasumber utama dari Kasatlantas Polres Batu, Sabtu (25/7/2026), sebagai rangkaian Acara Puncak Peringatan HUT ke-7 PPAI.

“Artinya kita pengemudi ambulans mengetahui bagaimana berlalu lintas yang baik dan benar, tidak menyalahi aturan lalu lintas,” ujar Zulhardi di hadapan para peserta seminar.

Selain teknik mengemudi, Zulhardi juga menekankan pentingnya pembekalan pengetahuan dasar penanganan pasien bagi para pengemudi ambulans. Menurutnya, koordinasi dengan Dinas Kesehatan sangat diperlukan agar proses evakuasi pasien mulai dari tempat kejadian perkara (TKP) hingga tiba di rumah sakit dapat dilakukan sesuai prosedur.
Dalam kesempatan yang sama, ia juga menyoroti dinamika penegakan hukum di jalan raya. Menurutnya, pihak kepolisian kerap merasa serba salah dalam menghadapi pelanggaran yang melibatkan kendaraan darurat.
“Pihak kepolisian saat ini enggan menilang ambulans, bukan berarti tidak mau tetapi khawatir viral di medsos. Ambulans mosok ditangkap polisi,” jelas Zulhardi yang juga berdomisili di Pekanbaru, Riau.
Melalui kegiatan seminar dan pelatihan ini, PPAI berharap para anggota tidak hanya memiliki niat mulia dalam menjalankan tugas kemanusiaan, tetapi juga dibekali ilmu yang tepat.
“Mudah-mudahan melalui pelatihan ini kita dapat ilmu, bisa bersilaturahmi, dan paham bagaimana kedepannya anggota PPAI dalam penanganan pasien hingga evakuasi dalam kondisi selamat,” pungkasnya.
Pentingnya Safety Riding dan Kepatuhan Hukum
Sementara itu, Kapolres Batu AKBP Aris Purwanto melalui Kanit Kamsel Polres Batu, IPTU Nurhadi, menegaskan bahwa pengemudi ambulans minimal harus memiliki pengetahuan safety riding yang memadai.
“Kegiatan sosialisasi safety riding bagi rekan-rekan driver ambulans merupakan salah satu upaya bersama dalam meningkatkan pentingnya keselamatan. Kita memahami bahwa ambulans memiliki tugas yang sangat penting dan sering kali harus bergerak cepat dalam kondisi darurat,” terang IPTU Nurhadi.

Kendati demikian, Nurhadi mengingatkan agar kecepatan di jalan raya tetap diimbangi dengan kehati-hatian, kewaspadaan, dan kepatuhan penuh terhadap peraturan lalu lintas. Keselamatan, imbuhnya, bukan hanya untuk pengemudi semata, tetapi juga menyangkut keselamatan pasien yang dibawa, keluarga pasien, rekan kerja, serta seluruh pengguna jalan lainnya.
“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para pengemudi ambulans dalam menerapkan prinsip safety riding, sehingga dalam menjalankan tugas kemanusiaan dapat tepat, cepat, aman, dan selamat sampai tujuan,” jelasnya.
Ketua Panitia Pelaksana Acara Puncak HUT ke-7 PPAI, Kusharyanto menyampaikan pelaksanaan Seminar Nasional Keselamatan dan Etika Pengemudi Ambulans ini diikuti sekitar 100 peserta utusan dari berbagai DPW PPAI, mulai dari Aceh hingga Indonesia Timur.
“Alhamdulillah peserta yang hadir lebih dari 100 peserta, ada dari Aceh, Sumatera Utara, Riau, Palembang, Lampung, DKI Jakarta, Bekasi, Kuningan, Bogor, Klaten, Pacitan, Malang, Surabaya, Sidoarjo, Samarinda, Balikpapan, Denpasar, dan ada juga peserta dari Sulawesi Utara,” pungkas Kusharyanto.(mn)
![]()

