KUTAI TIMUR – Sebanyak 16 anggota Kelompok Konveksi Kaliorang Jaya dari empat desa di Kecamatan Kaliorang mengikuti Pelatihan Menjahit Konveksi Tahap II yang diselenggarakan oleh PT Indexim Coalindo pada 14–26 Juli 2026 di Rumah Konveksi Kaliorang Jaya di Desa Bangun Jaya, Kecamatan Kaliorang, Kabupaten Kutai Timur. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Srikandi Indexim (Sentra Kreativitas Konveksi dan Jahit Mandiri) yang diinisiasi PT Indexim Coalindo untuk meningkatkan keterampilan masyarakat di bidang usaha konveksi di desa-desa lingkar tambang.

Selama 100 jam pelatihan, mereka memperoleh materi teori dan praktik yang disampaikan oleh instruktur dari Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Mandiri Kabupaten Kutai Timur. Selain memperdalam teknik dasar menjahit, peserta juga ditugaskan membuat pola pakaian yang lebih kompleks, seperti seragam pakaian dinas lapangan.

Kegiatan pelatihan juga diiringi penyerahan bantuan mesin jahit dari PT Indexim Coalindo kepada kelompok konveksi untuk menambah jumlah sarana yang telah dimiliki sebelumnya.

Kepala Desa Bangun Jaya, Supanjen, berharap pelatihan dan bantuan sarana tersebut dapat menjadi bekal bagi kelompok konveksi untuk mengembangkan usaha secara lebih profesional.

“Semoga dengan adanya pelatihan ini semakin meningkatkan keterampilan anggota kelompok, menyerap kebutuhan pasar yang lebih luas, hingga akhirnya meningkatkan perekonomian keluarga,” ujarnya.

Manajer CSR PT Indexim Coalindo, Ditto Santoso, mengatakan bahwa pengembangan keterampilan masyarakat menjadi salah satu fokus Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) perusahaan.

Kegiatan pelatihan ini, terangnya, merupakan kelanjutan dari pelatihan dan pendampingan yang dimulai pada 2025 setelah menunjukkan perkembangan dan komitmen yang baik dari kelompok yang didampingi. Selain meningkatkan ketrampilan hingga tingkat lanjutan, pelatihan juga diharapkan mampu menjawab kebutuhan produk konveksi berkualitas yang masih terbatas di wilayah Kecamatan Kaliorang dan sekitarnya.

“Melalui program pelatihan dan pendampingan yang intensif, kami berharap kelompok dampingan tidak hanya memiliki keterampilan menjahit, tetapi juga mampu menghasilkan produk yang berkualitas dan memiliki daya saing sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, instansi, maupun perusahaan di sekitar wilayah ini,” ucap Ditto. (*)

Loading