SAMARINDA — Layar ponsel pintar kini telah menjelma menjadi candu baru yang merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat. Tanpa disadari, generasi kita sedang digiring menjadi “zombie digital” yang lumpuh fisik akibat kecanduan gadget dan gaya hidup pasif.

Orang tua lebih memilih memberikan gadget kepada anak karena tidak mau terganggu dengan keaktifan anak. Anak di pasang terpaksa berdiam tanpa gerak hanya memperhatikan layar ponsel.(ilustrasi)

Melihat ancaman nyata di depan mata, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tidak tinggal diam. Bersama Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI), Pemprov Kaltim resmi menabuh genderang perang untuk menyelamatkan masyarakat dari cengkeraman gawai dan wabah malas bergerak (sedentary lifestyle).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Rasman Rading, secara tegas menyatakan bahwa negara tidak boleh kalah dari layar ponsel. Ia mengingatkan bahwa bencana sosial akibat kecanduan gadget ini tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah semata.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur, Rasman Rading.(foto: jalia/jbnn)

“Mengurangi ketergantungan gadget menjadi tanggung jawab kita bersama,” seru Rasman dengan nada mendesak, Kamis (30/7/2026).

Rasman melayangkan kritik keras kepada para orang tua yang selama ini kerap abai dan membiarkan anak-anak mereka tenggelam dalam dunia digital. Menurutnya, benteng pertahanan pertama harus dimulai dari rumah. Tanpa teladan nyata dari orang tua untuk membiasakan aktivitas fisik, anak-anak dipastikan akan terus menjadi budak layar dan mengabaikan kesehatan raga.

Meski demikian, pendekatan yang digunakan bukan sekadar larangan kaku. Rasman menekankan bahwa olahraga masyarakat harus digelorakan dengan cara-cara yang menyenangkan dan rekreatif, sehingga masyarakat terdorong bergerak tanpa merasa terbebani.

“Olahraga masyarakat harus menyenangkan agar diminati seluruh kalangan,” tambahnya.

Kondisi darurat ini turut dipertegas oleh Sekretaris Jenderal KORMI Nasional, Kemalsyah Nasution. Ia membongkar fakta pahit bahwa musuh utama masyarakat modern saat ini bukan sekadar layar ponsel, melainkan virus malas bergerak yang akut, pola makan berlebihan, hingga ledakan kasus obesitas yang mengancam masa depan bangsa.

“Bukan hanya gadget, malas bergerak juga menjadi persoalan serius,” tegas Kemalsyah tanpa kompromi.

KORMI sendiri tidak tinggal diam menghadapi gempuran teknologi. Bahkan, organisasi ini memanfaatkan pendekatan berbasis digital secara strategis demi menarik minat publik, dengan satu tujuan mutlak: memaksa masyarakat bangkit dari sofa, bergerak aktif, dan kembali hidup sehat tanpa memandang usia.

Kini, pilihannya ada di tangan kita, bangkit bergerak sekarang atau hancur perlahan di bawah kendali layar gadget.(ja/mn)

Loading