SAMARINDA — Komitmen PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan dalam mendukung tumbuh kembang anak dan generasi muda diwujudkan secara nyata melalui Program Pengembangan Pendidikan dan Kreativitas Anak (Pendikresa) yang diinisiasi oleh Fuel Terminal Samarinda. Mengambil momentum peringatan Hari Anak Nasional pada 23 Juli 2026, perusahaan menegaskan kembali perannya dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta pembentukan karakter anak di sekitar wilayah operasional.
Program Pendikresa dirancang secara komprehensif dengan menghadirkan beragam kegiatan mulai dari pendampingan belajar, penguatan literasi, pendidikan keagamaan, hingga pengembangan keterampilan dan kreativitas anak. Pelaksanaannya pun melibatkan kolaborasi erat antara masyarakat, relawan, pemerintah, serta berbagai mitra strategis guna menciptakan ekosistem belajar yang berdaya saing.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan, Edi Mangun, menjelaskan bahwa program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) ini disusun berdasarkan hasil pemetaan sosial yang terukur untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat.
Berdasarkan pemetaan tersebut, terungkap bahwa tantangan pendidikan di wilayah sasaran bukanlah rendahnya minat belajar anak, melainkan ketiadaan ruang belajar berbasis komunitas yang mampu merangkul anak-anak, orang tua, pemuda, hingga relawan.
“Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk mengingatkan kita bahwa setiap anak berhak memperoleh kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan meraih cita-citanya. Melalui Program Pendikresa, perusahaan berkomitmen menghadirkan ruang belajar yang dapat membentuk karakter, mengembangkan kreativitas, serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Edi.
Sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2023, Pendikresa berkembang secara konsisten dengan berpijak pada empat pilar utama, yakni pendidikan, lingkungan, pemberdayaan, serta kreativitas dan pengembangan karakter. Hingga tahun 2026, tercatat sebanyak 70 anak telah mengikuti bimbingan belajar, 250 anak terlibat dalam kelas minat dan bakat, serta 35 pemuda lokal aktif berkontribusi sebagai relawan.
Selain aspek pendidikan, program ini juga melahirkan The Recycle Room—sebuah pusat edukasi dan pengolahan sampah kertas yang menumbuhkan kepedulian lingkungan sekaligus mewadahi aktivitas produktif warga.
“Program ini tidak hanya memberikan pendampingan kepada anak-anak, tetapi juga membuka ruang bagi pemuda lokal untuk mengambil peran sebagai relawan dan penggerak perubahan di lingkungannya,” tambah Edi.
Berkat dampak sosial yang masif dan berkelanjutan, Program Pendikresa sukses menyabet penghargaan ENSIA Awards 2025 pada kategori Inovasi Sosial. Pengakuan serupa juga diraih oleh Yurni Handayani selaku local hero sekaligus penggagas program yang dianugerahi ENSIA Awards 2025 pada kategori Pengurangan Kesenjangan.
Melalui inisiatif ini, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan membuktikan bahwa kehadiran perusahaan tidak hanya terbatas pada penyediaan energi, melainkan konsisten bertumbuh bersama masyarakat lewat kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan, lingkungan, dan kesejahteraan.(*/mn)
![]()

