BALIKPAPAN — Ada pemandangan yang berbeda di Markas Komando Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Kalimantan Timur pada Selasa (15/9/2026). Puluhan pelajar kelas IX SMP Negeri 04 Balikpapan tampak antusias memadati area markas dalam kegiatan outing class yang memadukan edukasi lingkungan hidup dan pengenalan dunia kepolisian.
Alih-alih sekadar menerima materi di dalam kelas konvensional, para siswa diajak langsung turun tangan mengenali ekosistem pesisir dan tugas-tugas operasional aparat di wilayah perairan.
Kegiatan edukatif ini dipimpin langsung oleh Kasubbagrenmin bersama jajaran personel Ditpolairud Polda Kaltim, khususnya dari Subdit Patroli.
Fokus utama dalam kunjungan belajar ini adalah menanamkan kepedulian ekologis sejak dini. Di hadapan para siswa, personel Ditpolairud memaparkan materi mendalam mengenai fungsi vital ekosistem mangrove bagi lingkungan pesisir, mulai dari perannya sebagai benteng alami pencegah abrasi hingga tempat perlindungan bagi berbagai biota laut.
Sebagai bentuk pembelajaran praktis, para pelajar kelas IX tersebut diajak langsung menanam 100 bibit mangrove di kawasan pesisir. Aksi nyata ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran generasi muda akan pentingnya menjaga keseimbangan alam dan kelestarian lingkungan laut di Kota Balikpapan.
Selain isu lingkungan, kunjungan ini juga dimanfaatkan para siswa untuk mengintip lebih dekat dapur operasional kepolisian perairan. Para peserta didik mendapatkan penjelasan komprehensif mengenai fungsi pokok Polairud, seperti patroli rutin, pengamanan wilayah pesisir, pelayanan masyarakat, hingga mitigasi gangguan keselamatan di laut.
Suasana interaktif terlihat tatkala sesi pengenalan alat-alat keselamatan (Search and Rescue/SAR) dan peralatan pemadam api digelar. Personel Ditpolairud dengan sabar memperagakan fungsi masing-masing alat sekaligus mengajarkan cara penggunaannya secara tepat saat menghadapi situasi darurat.
Pihak sekolah dan para siswa menyambut positif kegiatan ini. Rangkaian outing class yang berlangsung tertib, aman, dan lancar tersebut dinilai sukses memberikan nilai tambah bagi peserta didik—tidak hanya memperkaya wawasan akademik, tetapi juga membentuk karakter peduli lingkungan serta menumbuhkan rasa cinta tanah air sejak bangku sekolah menengah.(rls/mn)
![]()

