SEMARANG — Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Nasional ke-31 resmi dibuka di Arena Utama Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Semarang, Sabtu (12/9) malam. Pembukaan pesta akbar umat Islam ini ditandai dengan pemukulan bedhug oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno yang hadir mewakili Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Dalam sambutannya, Pratikno menyampaikan permohonan maaf dari Kepala Negara yang berhalangan hadir secara langsung karena harus memenuhi penugasan kenegaraan untuk menghadiri pertemuan para kepala negara di India.
Ajang bergengsi yang mengangkat tema “Menebar Cahaya Al-Qur’an dalam Harmoni Menuju Indonesia Emas yang Berkeadaban” ini diikuti oleh 2.242 peserta dari 37 provinsi di seluruh Indonesia. Mereka akan bersaing dalam 8 cabang lomba, 24 golongan, dan 48 kategori, di bawah pengawasan ketat 7 pengawas serta 155 hakim nasional.
Jawa Tengah Tuan Rumah Setelah 47 Tahun, Sapa Khusus Juara Bertahan Kaltim
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyambut ribuan hadirin dengan penuh antusias. Ia mengungkapkan rasa syukurnya atas kepercayaan yang diberikan kepada daerahnya, mengingat Jawa Tengah terakhir kali menjadi tuan rumah MTQ tingkat nasional pada 47 tahun silam, yakni pada tahun 1979.
Kemeriahan pembukaan semakin terasa saat defile kafilah dari berbagai penjuru daerah melintas di hadapan panggung utama. Dalam momen tersebut, Ahmad Luthfi sempat melontarkan candaan hangat yang mencuri perhatian publik tatkala menyapa kontingen Kalimantan Timur (Kaltim).
Gubernur Jateng dengan nada masgul sempat bertanya di hadapan ribuan penonton, mengapa Kaltim yang memiliki populasi sekitar 5 juta jiwa bisa mendominasi dan mengalahkan Jawa Tengah yang berpenduduk hampir 38 juta jiwa. Ia pun langsung menjawab sendiri dengan penuh senyum, “Itulah namanya Musabaqah Tilawatil Qur’an.”
Kaltim sendiri hadir dengan kekuatan penuh. Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud bersama istri sekaligus anggota DPR RI, Bunda Harum, tampak melambaikan tangan penuh semangat bersama ribuan pendukung. Barisan defile Kaltim dipimpin langsung oleh Ketua Umum LPTQ Kaltim yang juga Sekda Kaltim Sri Wahyuni, bersama para pengurus LPTQ seperti Dasmiah, Jauhar Efendi, Rudi Kartono, hingga Kakanwil Kemenag Kaltim Abdul Kholiq, serta 56 kafilah andalan Bumi Etam.

Transformasi Besar: STQ Ditiadakan, MTQ Digelar Tiap Tahun
Sementara itu, Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, dalam pidatonya mengumumkan kebijakan transformatif yang disambut antusias oleh para tamu undangan, termasuk Rektor Universitas Al-Azhar Kairo yang hadir sebagai pembicara Seminar Internasional.

Menag secara resmi mengumumkan bahwa mulai tahun depan, Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) ditiadakan dan sepenuhnya diganti dengan pelaksanaan MTQ yang diselenggarakan secara rutin setiap tahun. Langkah ini diambil demi memperluas syiar Islam dan menjaga denyut kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an.
“Dibandingkan dengan MTQ Internasional, MTQ Nasional jumlah pesertanya jauh lebih banyak. Demikian juga dengan jumlah cabang, golongan, dan kategori yang juga jauh lebih banyak,” ujar Menag Nasaruddin, menegaskan bahwa event ini bukan sekadar kompetisi, melainkan festival terbesar dan pesta rakyat yang memberikan multiplier effect terhadap sosial ekonomi.
Menutup arahannya, Menag mengingatkan agar nilai-nilai luhur Al-Qur’an benar-benar membumi dalam kehidupan nyata—mulai dari keharmonisan dalam keluarga tanpa kekerasan, hingga integritas dalam menjalankan tugas publik.
“Al-Qur’an tidak boleh hanya hadir terdengar dalam pembukaan acara, tetapi kehilangan daya pengaruhnya ketika mengelola anggaran, menggunakan kewenangan, memberikan pelayanan, dan mengambil keputusan,” pungkasnya.(mje/mn)
![]()

