KUTAI TIMUR – Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kutai Timur, Poniso Suryo Renggono, mengeklaim seluruh program Penerangan Jalan Umum (PJU) yang menjadi tanggung jawab dinasnya sepanjang 2025 berjalan lancar tanpa kendala berarti.

Poniso menyebut pelaksanaan program tersebut bersifat lanjutan dari kegiatan yang anggarannya telah tersedia sejak awal, sehingga dinasnya tinggal menjalankan eksekusi di lapangan. “Kegiatan PJU itu laporan dari staf, kepala bidang, berjalan lancar. Karena itu sifatnya melanjutkan, anggaran sudah ada, tinggal melaksanakan,” ujarnya.

Ia menegaskan tidak ada proyek yang mangkrak atau tidak berjalan sepanjang 2025. Sejumlah kendala yang muncul, menurut Poniso, sifatnya teknis di luar substansi program, seperti ketersediaan alat dan perlengkapan pendukung di lapangan.

“Enggak ada yang mangkrak, enggak ada yang tidak berjalan. Kalau toh ada, itu soal permasalahan di luar teknis, artinya persediaan alat dan sebagainya,” katanya.

Poniso menambahkan, mulai 2026 pola kerja dinasnya berubah signifikan karena sebagian besar anggaran dialihkan untuk mendukung proyek prioritas Bupati, yakni pembangunan Pelabuhan Kenyamukan dan perpanjangan runway bandara. Kondisi ini membuat program-program rutin, termasuk PJU, harus ditempatkan dalam skala prioritas yang lebih ketat dibanding tahun sebelumnya.

“Untuk 2026, anggaran kita banyak tersedot ke Pelabuhan Kenyamukan. Saya sampaikan ke bidang-bidang, kita kerja ini harus ada prioritas,” ujar Poniso.

Sebelumnya, Poniso juga sempat mengungkapkan target operasional Pelabuhan Kenyamukan yang semula dipatok rampung pada 2027 kemungkinan molor menjadi 2028. Penyebabnya, kebijakan efisiensi anggaran daerah membuat alokasi dana pembangunan pelabuhan tersebut berkurang.

Poniso menyebut anggaran untuk proyek itu turun dari perencanaan awal Dinas Perhubungan sekitar Rp200 miliar lebih, menjadi sekitar Rp150 miliar. “Enggak tahu ada pengurangan atau enggak, karena yang awal KPA-nya beda. Tapi yang jelas perencanaan saya selaku Kepala Dinas Teknis, 2026 ini dibangun, 2027 bisa operasional,” ujar Poniso. (Adv-kominfo/Ad)

Loading