KUTAI TIMUR – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur mengakui belum memiliki data rekapitulasi khusus terkait tren kasus perundungan atau bullying di tingkat SD maupun SMP dalam beberapa tahun terakhir. Meskipun demikian bukan berarti pihak Disdik tidak memiliki data sama sekali.

“Kalau data kami ada, namun belum terekap, sehingga kami belum bisa memberikan data tersebut. Jadi bukan berarti enggak punya,” kata Kepala Disdikbud Kutai Timur, Mulyono, saat ditanya soal tren kasus bullying di dua jenjang tersebut.

Untuk mengantisipasi adanya bullying di sekolah, ia menyebut dinasnya rutin menggelar sosialisasi terkait pencegahan bullying setiap tahun. Ia pun kembali menegaskan bahwa pihaknya hanya belum melakukan rekapitulasi khusus atas kasus-kasus yang terjadi di lapangan.

Ketiadaan data ini berpotensi menjadi sorotan mengingat Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 46 Tahun 2023 mewajibkan setiap satuan pendidikan membentuk Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) serta melaporkan pembentukannya melalui sistem Dapodik dan Portal PPKSP, sementara pemerintah daerah diwajibkan membentuk Satuan Tugas (Satgas) di tingkat kabupaten/kota untuk mengoordinasikan penanganan kasus kekerasan di sekolah, termasuk perundungan.

Mulyono menyebut setiap pengaduan kasus yang masuk ke dinasnya selalu direspons dan ditindaklanjuti hingga tuntas, mencontohkan kasus di SMA Ma’arif yang menurutnya sudah diselesaikan lewat kesepakatan antara pihak-pihak terkait. Ia menambahkan, respons serupa juga berlaku untuk kasus yang melibatkan konflik antara siswa dan guru.

Sebagai bagian dari upaya pencegahan, imbuhnya, Disdikbud Kutim bersama dengan Kepolisian Resor Kutai Timur sebelumnya juga aktif turun ke sekolah-sekolah, termasuk SMA Negeri 1 Sangatta Utara, untuk mengampanyekan lingkungan sekolah bebas bullying. Mulyono menyatakan Disdikbud akan mempertimbangkan untuk mulai membuat rekapitulasi khusus atas kasus-kasus bullying ke depan.

“Kami akan membuat kajian dan analisanya kedepan untuk mengetahui secara jelas terkait trend bullying di sekolah,” tutupnya. (Adv-kominfo)

Loading