SAMARINDA — Rumah Literasi Pelita sukses menggelar kegiatan literasi interaktif bertajuk “Belajar Karakter dari Dongeng dan Cerita Nusantara” di Jalan Lambung Mangkurat Gang 3B RT 25 No. 46, Samarinda, pada Minggu (6/9/2026). Kegiatan ini menjadi ruang belajar yang menyenangkan bagi puluhan anak untuk menumbuhkan kecintaan membaca sekaligus menyerap nilai-nilai luhur budaya bangsa.

Acara yang berlangsung dari pukul 13.00 hingga 16.00 WITA ini diikuti sekitar 40 anak berusia 6 hingga 10 tahun. Peserta terdiri atas anggota komunitas Rumah Literasi Pelita, anak-anak di lingkungan sekitar, serta perwakilan siswa dari dua sekolah terdekat, yakni SD 012 dan SDI Al Jawahir Samarinda Ilir.

Para peserta literasi interaktif bertajuk “Belajar Karakter dari Dongeng dan Cerita Nusantara” terdiri dari anak-anak usia 6 hingga 10 tahun di Rumah Literasi Pelita.

Setiawati, pegiat literasi sekaligus pendiri kegiatan, mengungkapkan bahwa rangkaian acara dikemas secara dinamis dan ramah anak. Kegiatan diawali dengan pembacaan doa bersama, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, serta senam gerak dan lagu “Ayo Membaca” untuk mencairkan suasana.

Suasana semakin meriah ketika memasuki sesi utama pertunjukan dongeng dan ice breaking bersama Bunda Setiawati, yang dikenal sebagai tokoh pendongeng Kalimantan Timur sekaligus pendidik PAUD. Melalui gaya penyampaian yang komunikatif, anak-anak diajak mengenali batasan perilaku baik dan buruk secara ringan tanpa kesan menggurui.

 

Melalui alur cerita dan konflik tokoh, peserta diajak memahami pesan moral tentang kejujuran, keberanian, tanggung jawab, empati, serta pentingnya menghargai orang lain. Metode ini dinilai efektif melatih anak melihat suatu persoalan dari sudut pandang berbeda serta memahami konsekuensi dari setiap tindakan.

Tak kalah menarik, sesi berikutnya diisi dengan pembacaan nyaring (read aloud) cerita anak Nusantara oleh Bunda Faridamiaty, S.Pd., Trainer Pendidikan Karakter Jalanin Kaltim. Sesi ini tidak hanya berfungsi memperkaya kosakata dan melatih kemampuan menyimak anak, tetapi juga memperkenalkan keberagaman latar, tradisi, dan nilai kehidupan dari berbagai daerah di Indonesia.

Anak-anak diajak aktif berinteraksi untuk mengenali karakter tokoh, memahami pesan cerita, serta menghubungkannya dengan pengalaman keseharian mereka. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan permainan edukatif dan sesi motivasi membaca bersama praktisi pendidikan SD, Bunda Ariyati, S.Pd.

Melalui kegiatan ini, Rumah Literasi Pelita ingin menegaskan bahwa literasi anak tidak harus selalu dibatasi oleh ruang kelas formal. Buku, cerita rakyat, dongeng, lagu, dan permainan terbukti mampu berpadu menjadi sarana efektif dalam membentuk karakter, merangsang imajinasi, serta menumbuhkan kebhinekaan sejak dini.

Kolaborasi antara pendidik, pendongeng, praktisi, orang tua, dan komunitas ini diharapkan mampu melahirkan generasi masa depan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia, mencintai budaya bangsa, dan peduli terhadap lingkungan sosial di sekitarnya.(inmas devi)

Loading