NUSANTARA — Pesatnya laju pembangunan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN) memantik rasa takjub dari berbagai kalangan masyarakat. Kekaguman tersebut salah satunya dirasakan oleh pasangan saudara kembar, Hendra dan Hendri, saat mengikuti kegiatan family gathering bersama lebih dari 90 warga Jalan M. Yamin RT 17, Samarinda, ke kawasan IKN.

Suasana ceria warga Jalan M. Yamin RT 17, Samarinda, saat family gathering bersama lebih dari 90 orang ke kawasan IKN.

Bagi Hendra dan Hendri, kunjungan ini membuka mata mereka secara langsung terhadap megahnya proyek pembangunan yang selama ini hanya bisa disaksikan melalui layar kaca dan media sosial.

Sang kakak, Hendra, mengaku terkesan bukan hanya karena durasi pengerjaan yang tergolong singkat dalam kurun waktu kurang dari dua tahun, tetapi juga kualitas arsitektur dan sentuhan seni yang tinggi pada setiap gedung pemerintahan. Ia menyoroti kemegahan bangunan Kantor Presiden berbentuk Burung Garuda raksasa yang berdiri megah di kawasan Istana Negara.

“Saya sangat kagum. Pembangunan KIPP IKN ini bukan hanya soal waktu pengerjaannya yang singkat kurang dari dua tahun, tapi juga kualitas dan unsur seninya. Tampilan Burung Garuda di Istana Negara sangat luar biasa, berukuran raksasa, sangat indah, dan ini murni hasil karya anak bangsa,” ungkap Hendra penuh bangga, Minggu (6/9/2026) di depan Istana Garuda.

Hendra, warga Jalan M. Yamin RT 17, Samarinda saat di depan istana Garuda di KIPP IKN.

Sementara itu, sang adik, Hendri, menyoroti aspek skala dan luas wilayah ibu kota baru tersebut. Putra dari pasangan almarhum Hasanuddin dan Sopiatin ini tampak sangat antusias menyimak pemaparan teknis dari Fachri Syam, pendamping yang ditugaskan khusus oleh Kedeputian Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN (OIKN).

Dari penjelasan tersebut, Hendri mencermati bahwa cakupan wilayah IKN yang sangat luas—mencakup 256 hektare lebih untuk kawasan inti serta wilayah perairan laut seluas sekitar 68.189 hektare, membentang di 7 kecamatan dan 54 kelurahan/desa—memiliki potensi besar sekaligus tantangan tersendiri bagi daerah penyangga.

“Masyarakat Kaltim harus menjadi bagian yang tak terpisahkan dari laju pembangunan IKN,” tegas Hendri. Ia berharap pihak Otorita IKN dan seluruh pemangku kepentingan dapat memastikan keterlibatan aktif masyarakat lokal Kalimantan Timur di tengah derap pembangunan yang masif.

Hendri, salah satu peserta Family gatering warga Jalan M. Yamin RT 17, Samarinda yang berharap pihak Otorita IKN dan seluruh pemangku kepentingan dapat memastikan keterlibatan aktif masyarakat lokal Kalimantan Timur di tengah derap pembangunan yang masif.

Ketua Panitia Family Gathering, Ahmad Nafik, menjelaskan bahwa kegiatan rekreasi dan edukasi ini diinisiasi untuk menjawab rasa penasaran warga RT 17 Jalan M. Yamin terhadap wujud nyata IKN. Selama ini, warga setempat hanya mengikuti perkembangan megaproyek nasional tersebut melalui pemberitaan media massa dan platform digital.

Terlebih, kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara ke IKN sudah begitu masif, sehingga warga Samarinda yang notabene merupakan tetangga terdekat ibu kota baru terdorong untuk melihatnya secara langsung.

“Selama ini warga Jalan M. Yamin hanya tahu dari media massa dan media sosial tentang pembangunan IKN. Sementara IKN sudah dikunjungi oleh hampir seluruh warga Indonesia bahkan warga mancanegara. Oleh sebab itu, dengan modal kebersamaan, kami bertekad untuk datang langsung ke IKN agar tahu kondisi nyatanya,” ujar Nafik.

Di akhir keterangannya, Nafik tak lupa menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu menyukseskan acara silaturahmi tersebut, termasuk kepada media Beranda Indonesia.Id yang turut serta membantu mempublikasikan rangkaian kegiatan warga Samarinda ini.(*/mn)

Loading