KUTAI TIMUR – Empat Industri Kecil dan Menengah (IKM) asal Kutai Timur (Kutim) dibawa mengikuti Trade Expo di Tangerang. Seluruhnya merupakan binaan perusahaan yang beroperasi di daerah tersebut. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim, Ade Ahmad Yukafilah, mengatakan Trade Expo merupakan kegiatan tahunan yang digelar Disperindag provinsi untuk membuka peluang bagi IKM. Kutim diajak sebagai bagian dari kabupaten/kota yang dilibatkan.

Dari Kutim, IKM yang dibawa terdiri atas tiga binaan KPC dan satu binaan PAMA. Ade menyebut sebelumnya direncanakan 9 IKM. Produk yang disebut antara lain amplang, batik, serta usaha kuliner. Ade menyebut satu produk amplang telah diekspor.

“Staf Disperindag Kutim juga telah berangkat ke Tangerang hari ini, untuk meninjau lokasi kegiatan. Pelaksanaan kegiatan di tanggal 14-18 Oktober 2026,” terang Ade saat ditemui di kantornya.

Ade menjelaskan, sebagian besar IKM Kutim saat ini merupakan binaan perusahaan. Disperindag sebenarnya juga memiliki binaan sendiri, tetapi anggaran terbatas sehingga perusahaan dilibatkan melalui program tanggung jawab sosial (CSR) mereka. Perusahaan-perusahaan itu, kata dia, berdiri di kecamatan-kecamatan dan memiliki binaan masing-masing, di antaranya Indominco dan GAM.

Keikutsertaan di Trade Expo ini, menurut Ade menjadi salah satu cara Disperindag Kutim membuka akses pasar bagi produk lokal, terutama bagi IKM yang selama ini tumbuh melalui pendampingan perusahaan di sekitar wilayah operasinya.

Ade menegaskan pihaknya hadir sebagai fasilitator bagi IKM yang dibawa, sementara pembinaan dan dukungan biaya sebagian besar bersumber dari perusahaan. Disperindag Kutim berharap kehadiran produk lokal di pameran tingkat nasional itu dapat menarik minat pembeli dan membuka peluang kerja sama dagang bagi para pelaku IKM. Ade menyebut buyer yang datang berasal dari luar, termasuk dari luar negeri.

“Selain Amplang ada juga Batik Paku, Wakaroros, Abon Ikan, hingga Brownis,” terang Ade. (Adv-kominfo/Q)

Loading