KUTAI TIMUR – Memasuki dua tahun perjalanan visi dan misi Bupati Kutai Timur (Kutim), Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) menyebut program keolahragaan dan kepemudaan yang juga merupakan salah satu program unggulan mulai menunjukkan hasil. Salah satunya, olahraga disebut sudah semakin masuk ke tengah masyarakat.

Kepala Dispora Kutim, Basuki Isnawan, menyebut arah program keolahragaan selama dua tahun ini adalah menjadikan olahraga bagian dari keseharian warga. Program tersebut menurutnya telah terlihat progresnya dalam keseharian masyarakat Kutim.

“Alhamdulillah, yang pertama olahraga sudah masuk di masyarakat. Kita bisa lihat di tiap sore dan pagi baik di Bukit Pelangi ataupun lokasi olahraga lainnya yang ramai dikunjungi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Basuki, hal berikutnya yang berjalan adalah penyediaan sarana dan prasarana olahraga di masing-masing kecamatan. Ia menyampaikan terima kasih kepada para pemangku kepentingan, termasuk perusahaan, yang ikut berkontribusi.

“Ini bukan hanya jadi tanggung jawab pemerintah, ini tanggung jawab semuanya,” kata Basuki.

Di sektor kepemudaan, Basuki menilai para pemuda mulai ikut bergerak menuju kemandirian. Ia menyebut anak-anak muda kini dapat berjalan bersama pemerintah untuk memajukan daerah.

Selain dua capaian tersebut, Dispora juga melaksanakan kegiatan yang dikolaborasikan dengan Erau, seperti olahraga tradisional dan panjat tebing, serta rangkaian kegiatan dalam rangka HUT Kutim. Kegiatan itu disebut turut menggerakkan ekonomi daerah.

Basuki tidak merinci jumlah gedung, lapangan, atau fasilitas olahraga yang telah dibangun di tiap kecamatan dalam wawancara tersebut. Meski demikian, ia menegaskan pembangunan sarana dilakukan bersama berbagai pihak, tidak hanya mengandalkan pemerintah.

Sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat itu dipandang Dispora sebagai kunci keberlanjutan program. Dengan begitu, pembinaan olahraga dan kepemudaan diharapkan tidak berhenti pada satu periode atau satu kegiatan saja.

Ke depan, Dispora akan memperkuat pembinaan kepemudaan, terutama melalui pembentukan wirausaha muda yang melibatkan komunitas di Sangatta. Langkah ini menjadi kelanjutan dari upaya mendorong kemandirian anak muda yang telah berjalan.

“Kami berharap capaian dua tahun ini menjadi pijakan untuk mempercepat program keolahragaan dan kepemudaan pada tahun-tahun berikutnya, sehingga manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat Kutim. Kebersamaan seluruh pihak menjadi modal penting agar program berjalan konsisten dan tepat sasaran,” sebutnya. (Adv-kominfo/Q)

Loading