SAMARINDA – Membangun Kota Layak Anak (KLA) dengan tujuan menciptakan lingkungan yang lebih aman dan ramah bagi generasi muda di wilayah Kaltim mendapat dukungan dari Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Puji Setyowati.
KLA adalah konsep komprehensif yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas hidup anak-anak dan remaja. Ini mencakup berbagai aspek seperti pendidikan, kesehatan, keamanan, serta keberadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang aman dan nyaman bagi anak-anak.
Puji Setyowati menjelaskan bahwa KLA bertujuan untuk menjadikan kota sebagai tempat yang mirip dengan rumah bagi anak-anak, di mana mereka dapat merasa aman, nyaman dan dilindungi, serta mendapatkan perhatian yang mereka butuhkan.
“Sebuah kota yang memberikan fasilitas bermain yang nyaman, pendidikan berkualitas, serta mendukung perkembangan minat dan bakat anak-anak,” ujarnya dalam wawancara dengan Wartawan berandaindonesia.com, Selasa (10 Oktober 2023).
Menurutnya, proses perencanaan KLA memerlukan evaluasi mendalam, termasuk upaya untuk mengembangkan minat dan bakat anak serta menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.
“Sebagai contoh, dalam hal pengaturan lalu lintas, pentingnya memiliki infrastruktur yang ramah anak seperti trotoar yang aman, penyeberangan yang disesuaikan untuk anak-anak dan pengaturan lalu lintas yang memadai,” katanya.
Selain itu, KLA juga harus mendukung dengan adanya tempat bermain anak dan pengembangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) sehingga anak-anak dapat bermain. Namun, RTH bukan hanya tempat bermain, tetapi juga memiliki peran penting dalam merangsang pertumbuhan dan perkembangan anak.
“Terutama bagi anak-anak usia 0-5 tahun, di mana sebagian besar waktunya dihabiskan dengan bermain yang bersifat edukatif, sehingga perlu adanya pengawasan langsung dari orang tua,” jelasnya.
Puji Setyowati juga mengungkapkan bahwa pemerintah pusat telah memberikan arahan untuk mempersiapkan KLA yang tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pendidikan karakter melalui berbagai lembaga, termasuk PAUD, playgroup, TK dan organisasi masyarakat.
“Ilmu harus mencakup permainan yang sesuai dengan usia anak dan memberikan manfaat yang signifikan bagi perkembangan mereka,” pungkasnya. (Adv/DPRD-Prov/Mun-khin)
![]()

