KUTAI TIMUR – DPRD Kutai Timur mendesak pemerintah daerah untuk memprioritaskan lima program utama dari 50 program Kutim Hebat yang harus tetap direalisasikan meskipun terjadi penurunan anggaran.

Anggota DPRD Kutim, dr. Novel Tyty Paembonan, menyarankan agar pemerintah daerah fokus pada program-program yang langsung menyentuh kesejahteraan masyarakat, seperti bantuan permodalan UMKM senilai Rp25 juta per UMKM, program minum susu gratis untuk mencegah stunting, bantuan beasiswa pendidikan, serta penyediaan lapangan kerja.

“Kalau secara nasional kita bicara swasembada pangan dan energi, maka daerah juga punya persoalan berbeda. Misalnya, jika ekonomi tidak jalan karena usaha kecil menengah kesulitan permodalan, maka bantuan permodalan UMKM harus masuk dalam lima program unggulan yang harus direalisasikan,” ungkap Novel, Kamis (15/01/2026).

Menurutnya, dengan anggaran yang terbatas, pemerintah harus bijak memilih program-program prioritas. Jika sebelumnya bantuan per kelompok mencapai Rp10 juta, dengan kondisi saat ini bisa disesuaikan menjadi Rp5 juta, asalkan program tersebut tetap berjalan dan tidak mandek.

Novel menekankan pentingnya pemerintah daerah memiliki data dan analisis yang akurat tentang situasi ekonomi Kutai Timur. Dinas-dinas terkait harus menguasai kondisi riil di lapangan untuk menentukan program mana yang benar-benar menjadi kebutuhan mendesak masyarakat.

DPRD akan terus mendorong pemerintah daerah untuk transparan dalam menginformasikan program-program apa saja yang sudah dilaksanakan, termasuk besaran anggaran dan mekanisme pengelolaannya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

“Yang penting program itu tidak mandek. Kita lakukan hal-hal yang prioritas di antara yang ada. Sekalipun anggarannya terbatas, lima program utama tetap harus ada dan direalisasikan,” tegasnya.(Q)

Loading