KUTAI TIMUR — Pembangunan dan peningkatan sarana pendidikan masih dilakukan di sejumlah wilayah Kabupaten Kutai Timur pada 2026. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Timur, Mulyono, mengatakan hampir seluruh kecamatan mendapat program penambahan sarana pendidikan.

Menurut Mulyono, pembangunan tahun ini tidak hanya berupa pembangunan sekolah baru, tetapi lebih banyak diarahkan pada penambahan ruang kelas serta sarana dan prasarana pendidikan.

“Ada. Tetaplah kalau yang itu tetap ada. Walaupun enggak banyak,” kata Mulyono.
Ia menyebut hampir seluruh kecamatan memiliki program penambahan ruang kelas atau sarana pendidikan. Kebutuhan pembangunan tersebut, menurut Mulyono, tidak dapat dihentikan hanya karena sekolah sudah berdiri.

Salah satu alasannya adalah bangunan sekolah juga mengalami penyusutan dan kerusakan seiring waktu. Selain itu, pertumbuhan penduduk membuat sejumlah sekolah membutuhkan ruang kelas tambahan.

Kebutuhan ruang juga berkembang seiring peningkatan standar pembelajaran. Mulyono menyebut kebutuhan tersebut antara lain ruang perpustakaan, ruang UKS, laboratorium, hingga fasilitas untuk kegiatan ekstrakurikuler.

Pemerintah juga perlu memastikan keamanan lingkungan sekolah melalui pembangunan pagar dan fasilitas pendukung lainnya. Karena itu, pembangunan sarana pendidikan menurutnya merupakan proses berkelanjutan.

“Membangun sebuah sekolah itu kan enggak ada habisnya,” ujarnya.

Mulyono mengatakan pemerintah tidak hanya melakukan pembangunan di kawasan perkotaan, tetapi juga menjangkau wilayah pelosok. Ia menilai perubahan kondisi sarana pendidikan di Kutai Timur sudah terlihat dibandingkan sebelumnya.

Namun, perbaikan tersebut membutuhkan kesinambungan program. Mulyono memperkirakan apabila program pembangunan berjalan secara konsisten, dalam dua hingga tiga tahun ke depan perubahan kondisi bangunan sekolah dapat semakin terlihat.

“Pembangunan fasilitas pendidikan tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya pemerintah memenuhi kebutuhan pembelajaran dan memberikan lingkungan sekolah yang lebih layak bagi siswa maupun guru,” tegasnya. (Adv-kominfo/Ad)

Loading