KUTAI TIMUR — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur menargetkan distribusi seragam bagi siswa baru yang belum menerima perlengkapan sekolah mulai dilakukan pada akhir September 2026.
Kepala Disdikbud Kutai Timur, Mulyono, mengatakan keterlambatan distribusi salah satunya berkaitan dengan proses penganggaran yang belum berjalan sesuai waktu ideal. Menurutnya, kebutuhan seragam sebenarnya diharapkan sudah dapat diterima siswa ketika mereka mulai masuk sekolah.
“Insyaallah nanti di akhir September ini sudah mulai kita distribusi,” kata Mulyono.
Ia mengatakan Disdikbud telah melakukan pembahasan bersama jajaran internal terkait distribusi tersebut. Persoalan lain yang kemungkinan muncul adalah ketidaksesuaian ukuran seragam dengan siswa. Menurut Mulyono, kondisi tersebut bisa terjadi karena ukuran seragam menggunakan ukuran umum sehingga tidak seluruhnya dapat langsung sesuai dengan ukuran tubuh masing-masing siswa.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, sekolah diminta melakukan pengaturan terlebih dahulu di internal. Misalnya, seragam dengan ukuran tertentu dapat ditukar antarsiswa dalam satu kelas atau antarbagian di sekolah yang membutuhkan ukuran berbeda.
Dengan mekanisme tersebut, seragam yang masih dapat digunakan di lingkungan sekolah tidak perlu langsung dikembalikan kepada Disdikbud. Jika setelah proses pengaturan internal masih terdapat seragam yang tidak dapat digunakan karena ukuran tidak sesuai, sekolah dapat melaporkan sisa kebutuhan tersebut kepada Disdikbud.
“Yang lapor kita, kita ganti,” ujar Mulyono.
Selain seragam, program bantuan bagi siswa baru juga mencakup tas dan sepatu. Namun, Mulyono menyebut dukungan tahun ini difokuskan kepada siswa baru sesuai kemampuan anggaran. Ia berharap persoalan waktu distribusi dapat diperbaiki pada tahun berikutnya melalui sistem penganggaran yang lebih normal.
Menurutnya, idealnya perencanaan dan pelaksanaan anggaran sudah berjalan sejak awal tahun sehingga kebutuhan siswa baru dapat disiapkan sebelum tahun ajaran dimulai.
“Kami berharap sistem penganggaran 2027 dapat berjalan lebih baik sehingga program pendidikan tidak kembali mengalami keterlambatan seperti yang terjadi tahun ini,” katanya. (Adv-kominfo/Ad)
![]()

