KUTAI TIMUR – Mencari sudut tenang di Sangatta yang jauh dari hiruk-pikuk kota tambang? Taman Malahayati, atau yang lebih dikenal warga sebagai Taman Pintar Malahayati, bisa jadi jawabannya.
Berlokasi di kawasan Bukit Pelangi kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Kutai Timur yang sekaligus jadi salah satu ikon ruang terbuka hijau di Sangatta Utara, taman ini menawarkan pengalaman berteduh yang syahdu di bawah koridor pergola kayu yang membentang panjang, cocok untuk siapa saja yang ingin melepas penat sejenak dari rutinitas.
Begitu memasuki area ini, pengunjung akan disambut deretan tiang bermotif garis-garis etnik berwarna hitam yang menopang atap kayu memanjang, menaungi jalur setapak berpaving yang teduh sepanjang hari. Suasananya syahdu, angin sepoi menyelinap di antara dedaunan pohon mangga yang rimbun, menciptakan nuansa asri yang jarang ditemukan di tengah kota. Inilah salah satu daya tarik utama Taman Malahayati: ruang jalan kaki yang nyaman, teduh, dan estetik, spot yang pas untuk mengabadikan momen santai bersama keluarga.
Kepala Bagian Umum Setda Kutim, Uud Sidoharjo dalam sesi wawancara dengan media ini menjelaskan bahwa Taman Malahayati adalah satu dari sekian banyak titik hijau di kawasan besar Bukit Pelangi, yang dulu bernama “Gunung Tim” sebelum diubah menjadi Rainbow Hill atas gagasan Bupati Kutim pertama, H Awang Faroek Ishak.

Kawasan seluas 60 hektare yang berdiri di ketinggian 78 meter di atas permukaan laut ini menurutnya punya keunikan tersendiri: pagi hari menjadi pusat aktivitas pemerintahan karena hampir seluruh Organisasi Perangkat Daerah Kutai Timur berkantor di sini, namun begitu sore tiba, suasananya bertransformasi total menjadi taman bermain keluarga yang ramai dan hangat.
“Bagi yang ingin menikmati suasana paling syahdu, banyak pengunjung reguler merekomendasikan datang sore hari, sekitar pukul 17.00–18.30 Wita. Waktu terbaik untuk menikmati langit Sangatta berubah warna,” katanya.
Tak jauh dari koridor pergola, berdiri gazebo beratap sirap dan sebuah panggung terbuka berlantai kayu dengan railing berukir yang elegan, fasilitas yang kerap dimanfaatkan untuk kegiatan komunitas dan warga. Lamin Taman Pintar Malahayati sendiri pernah menjadi tuan rumah kegiatan besar seperti “Hari dan Bulan Menggambar Nasional 2025” tingkat Kalimantan Timur pada Mei 2025, yang menghadirkan puluhan pelajar dan seniman dari berbagai komunitas, didukung penuh Pemkab Kutim bersama sejumlah mitra perusahaan. Taman ini juga kerap dipilih sebagai lokasi kegiatan penanaman pohon dalam agenda-agenda lingkungan tingkat provinsi bukti bahwa ruang ini hidup dan terus dimanfaatkan untuk kegiatan positif warga.
Salah satu nilai plus Taman Malahayati dan kawasan Bukit Pelangi secara keseluruhan adalah aksesnya yang demokratis: tiket masuk gratis, tanpa terkecuali. Dikelola oleh Bagian Umum Setkab Kutai Timur, kawasan ini terbuka untuk siapa saja, dari pekerja tambang hingga direktur perusahaan, dari balita hingga lansia. Menjadikannya destinasi rekreasi murah meriah namun tetap berkelas untuk seluruh warga Sangatta dan sekitarnya.
Dewi, salah satu pengunjung taman saat dikonfirmasi memberikan tips dalam berkunjung. Menurutnya, karena taman berada di kompleks perkantoran, waktu terbaik menikmati suasana lengang dan teduh di Taman Malahayati adalah siang hari, sementara sore hingga menjelang malam adalah waktu paling ramai sekaligus paling instagramable berkat cahaya senja yang berpadu dengan rimbunnya pepohonan.
“Jangan lupa bawa kamera. Koridor pergola dan gazebonya sayang untuk dilewatkan begitu saja,” katanya. (Adv-kominfo/Q)
![]()

