KUTAI TIMUR – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mencatat lebih dari 20 persen siswa jenjang SD dan SMP di wilayahnya menerima beasiswa pendidikan sepanjang 2025, di luar bantuan seragam, buku, dan sepatu gratis yang telah terdistribusi ke sekolah-sekolah negeri. Kepala Disdik Kutim, Mulyono, menyebut ini sebagai wujud konsep “kemudahan belajar” yang menjadi visi utamanya.

“Kita punya beasiswa. Kita lebih 20 persen loh. Lebih dari 20 persen siswa itu mendapatkan beasiswa. Saya punya datanya soalnya,” kata Mulyono. Ia menegaskan seluruh bantuan berasal dari alokasi daerah, terpisah dari program bantuan seragam sekolah menengah yang selama ini disalurkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur khusus untuk jenjang SMA/SMK.

Program bantuan pendidikan berbasis bantuan langsung di Kutim ini berjalan paralel dengan skema nasional Program Indonesia Pintar (PIP) yang disalurkan Kemendikdasmen melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) bagi siswa dari keluarga miskin dan rentan miskin.

Berdasarkan ketentuan PIP 2025, besaran bantuan bervariasi per jenjang: siswa baru SD menerima Rp450 ribu per tahun dan kelas akhir Rp225 ribu; jenjang SMP Rp750 ribu untuk siswa baru dan Rp375 ribu untuk kelas akhir; sementara jenjang SMA/SMK Rp1,8 juta untuk siswa baru dan Rp900 ribu untuk kelas akhir. Pencairan PIP 2025 sendiri dilakukan bertahap sepanjang tahun dengan basis data cut-off Dapodik yang diperbarui berkala oleh satuan pendidikan.

Selain beasiswa dan bansos, Mulyono menyebut Disdik juga menyasar pemerataan infrastruktur belajar, termasuk pemasangan internet di sekolah-sekolah pedalaman.
“Sekolahnya kita bangun, kita perbaiki, kita lengkapi, kita pasang internet,” katanya, menambahkan bahwa filosofi pemerataan ini diterapkan tanpa membedakan sekolah di wilayah perkotaan maupun pedalaman seperti Sandaran, Karangan, dan Busang.

Terkait seragam sekolah dan buku pelajaran, ia menginformasikan bahwa pihak Disdik terus berkomitmen memperjuangkan untuk pemenuhan. Ia berharap dengan program-program yang sudah dilakukan sekarang, mutu dan kualitas kegiatan belajar dan mengajar dapat menjadi lebih baik dan optimal.

“Kami terus mendorong program-program yang menyangkut KBM untuk terus dapat terealisasikan dengan maksimal sehingga peningkatan mutu dan kualitas pendidikan di Kutim juga bertambah secara signifikan,” tegasnya. (Adv-kominfo/Q)

Loading