BERAU — Pelaksanaan Operasi Aman Nusa II Mahakam 2026 dalam rangka penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah hukum Polres Berau resmi berakhir. Sebanyak 30 personel Bawah Kendali Operasi (BKO) Polda Kalimantan Timur yang sebelumnya diperbantukan kini ditarik kembali ke kesatuan asal.
Pelepasan puluhan personel BKO tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Berau AKBP Ridho Tri Putranto dalam sebuah apel di halaman Mako Polres Berau, Sabtu (26/9/2026). Penarikan pasukan ini menandai tuntasnya masa tugas operasi yang telah berjalan selama satu bulan, terhitung sejak 26 Agustus hingga 24 September 2026.
Kapolres Berau menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang tinggi kepada seluruh personel atas loyalitas serta kesiapsiagaan mereka selama berada di lokasi rawan bencana.
“Terima kasih atas dedikasi dan kerja keras seluruh personel BKO Polda Kaltim yang telah bersama-sama membantu penanganan karhutla di wilayah Berau. Seluruh personel kembali dalam keadaan lengkap, sehat, dan selamat,” ujar AKBP Ridho di Berau, Sabtu.
Sepanjang gelaran operasi, tim gabungan berfokus pada upaya mitigasi dan penanggulangan karhutla secara intensif. Langkah-langkah strategis telah dijalankan, mulai dari pemantauan intensif di kawasan rawan, pemadaman titik api (hotspot), hingga penyekatan lokasi agar kebakaran tidak meluas ke area pemukiman maupun hutan lindung.
Kendati Operasi Aman Nusa II telah ditutup, AKBP Ridho menegaskan bahwa jajarannya tidak akan menurunkan tingkat kewaspadaan. Polres Berau beserta seluruh Polsek jajaran tetap melanjutkan langkah antisipasi melalui Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD).
“Berakhirnya operasi bukan berarti kewaspadaan ikut berakhir. KRYD akan terus berjalan sebagai bentuk kesiapsiagaan Polri dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat serta mengantisipasi potensi karhutla susulan,” tegasnya.
Kehadiran personel BKO di lapangan juga mendapatkan respons positif dari warga setempat. Tokoh masyarakat Kampung Kasai, Kecamatan Pulau Derawan, Ancah, menyampaikan rasa terima kasih atas kerja keras kepolisian yang telah memberikan rasa aman bagi warga dari ancaman karhutla.
“Kami mengapresiasi dan berterima kasih kepada Polda Kaltim serta Polres Berau yang telah hadir membantu masyarakat. Personel BKO sangat membantu dalam menghadapi ancaman karhutla di wilayah kami,” ungkap Ancah.
Dengan berakhirnya tugas BKO tersebut, Polres Berau memastikan bahwa komitmen pelestarian lingkungan serta perlindungan keselamatan masyarakat dari dampak karhutla akan tetap menjadi prioritas penanganan yang berkelanjutan di Kabupaten Berau.
![]()

