KUTAI TIMUR – Bosan dengan taman kota yang itu-itu saja? Taman Ecopark hadir sebagai jawaban bagi warga Sangatta yang merindukan sensasi masuk hutan asli tanpa harus jauh-jauh berkendara. Berlokasi di kawasan Bukit Pelangi, kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, taman ini kerap disebut sebagai hidden gem karena suasananya yang benar-benar terasa seperti memasuki hutan tropis, meski letaknya tak jauh dari pusat pemerintahan.

Begitu tiba, pengunjung akan disambut papan nama raksasa bertuliskan “TAMAN ECOPARK” dengan huruf besar berwarna merah, oranye, dan ungu gradasi, berdiri di atas pagar bermotif totol hitam-putih yang unik. Gerbang ini menjadi penanda sekaligus spot foto pertama sebelum pengunjung melangkah lebih jauh menyusuri kawasan hijau di baliknya.

Kepala Bagian Umum Setda Kutim, Uud Sidoharjo dalam konfirmasinya ke media ini menegaskan bahwa Bagian Umum juga tengah menyiapkan pengembangan Taman Ecopark, yang berada tak jauh dari markas TNI AL (Lanal) Sangatta itu. Lahan tersebut akan ditata ulang dan difungsikan sebagai lokasi baru untuk acara pernikahan dengan konsep outdoor berbiaya lebih murah, sebagai alternatif bagi warga yang ingin menyelenggarakan pernikahan dengan nuansa alam.

“Rencananya itu untuk sewa pernikahan outdoor. Akad nikah, acara resepsi, mengundang keluarga yang sedikit, enggak terlalu banyak, monggo di situ nanti,” kata Uud.

Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Timur, Uud Sidoharjo.

Daya tarik utama Taman Ecopark adalah jalur boardwalk kayu yang membelah kawasan hutan sekunder yang masih rimbun. Jembatan kayu ini berkelok-kelok mengikuti kontur alami hutan, dilengkapi pagar pengaman di kedua sisi, sehingga pengunjung bisa berjalan santai sambil menikmati kanopi pepohonan tanpa khawatir tersesat. Di tengah perjalanan, tersedia gazebo beratap seng yang nyaman untuk beristirahat sejenak sambil menghirup udara sejuk khas hutan tropis Kalimantan. Di kalangan warga lokal, salah satu jembatan di kawasan ini bahkan punya julukan unik  “Jembatan Pocong”  yang justru menambah daya tarik tersendiri bagi para pencari konten dan penikmat wisata offbeat.

“Saya kira itu adalah gimick yang dilakukan orang yang tidak bertanggung jawab, soal jembatan pocongnya, tapi itu menjadi daya tarik tersendiri, karena akhirnya orang akan mencoba membuktikan kebenarannya,“ ucap salah seorang pengunjung yang berhasil ditemui di lokasi.

Bagi yang ingin merasakan sensasi menginap di tengah alam, Taman Ecopark juga menyediakan area camping ground lengkap dengan pondok kayu berbentuk segitiga (A-frame) yang unik dan estetik, desain yang belakangan digandrungi sebagai spot foto ala-ala glamping. Berdampingan dengan pos jaga sederhana lengkap dengan fasilitas air bersih, area ini menjadikan Taman Ecopark pilihan menarik untuk kegiatan outdoor bersama keluarga, komunitas, maupun rombongan sekolah.

“Untuk area camping belum dibuka, masih dalam tahap rehab lanjutan, kami ingin memastikan bahwa warga yang menggunakan fasilitas tersebut dapat secara aman dan nyaman,” sebutnya.

Sebagai satu kesatuan dengan kawasan besar Bukit Pelangi seluas kurang lebih 60 hektare, Taman Ecopark melengkapi variasi wisata di kawasan ini mulai dari taman bertema planet, monumen, hingga sudut-sudut hutan alami seperti yang ditawarkan di sini. Kombinasi ini membuat Bukit Pelangi layak disebut sebagai destinasi “sekali datang, banyak pengalaman”. (Adv-kominfo/Q)

Loading