SAMARINDA — Di tengah maraknya kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Timur, aktivitas penerbangan di Bandara APT Pranoto Samarinda dipastikan masih berjalan normal dan aman.
Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I APT Pranoto Samarinda, I Kadek Yuli Sastrawan, menegaskan bahwa hingga saat ini pekatnya asap karhutla belum mengganggu operasional penerbangan maupun jarak pandang pilot di bandara tersebut.
“Sampai saat ini penerbangan masih normal dan belum terganggu karhutla,” ujar Kadek saat dikonfirmasi, Selasa (15/9/2026).
Kadek menjelaskan, titik-titik karhutla terdekat terpantau berada di luar pagar bandara dengan jarak lebih dari 100 meter. Mengingat jarak antara landasan pacu (runway) dan pagar bandara mencapai sekitar 150 meter, maka jarak aman asap terdekat berada di kisaran 250 hingga 300 meter.

Selain itu, faktor arah angin dalam beberapa hari terakhir turut membantu menjaga keselamatan penerbangan. Pergerakan angin yang cenderung menjauh membuat kepulan asap tidak mengarah langsung ke kawasan bandara. Maskapai penerbangan pun sejauh ini belum menyampaikan keluhan terkait hambatan visibility (jarak pandang) saat proses lepas landas (take-off) maupun pendaratan (landing).
“Penerbangan terganggu apabila asap pekat menutupi jarak pandang. Untuk Bandara Samarinda, kami pastikan tidak pernah tutup karena asap karhutla,” tambahnya.
Meski demikian, Kadek mengakui bahwa beberapa bandara lain di Kaltim dan sekitarnya sempat mengalami penutupan akibat karhutla beberapa pekan lalu, seperti Bandara Melalan (Melak), Long Apung, Data Dawai, hingga Bandara Banjarmasin. Meski rute-rute tersebut kini telah dibuka kembali, ia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan memantau jadwal, serta menyiapkan alternatif perjalanan darat atau sungai jika sewaktu-waktu kondisi cuaca memburuk.
Tim Gabungan Pantau Titik Api Lewat Udara
Di sisi lain, guna memastikan keamanan jalur penerbangan dari ancaman karhutla, tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kaltim bersama Apron Movement Control (AMC) Bandara APT Pranoto telah melaksanakan pemantauan udara menggunakan drone, Selasa (15/9/2026).
Operasi yang dikoordinasikan oleh Wariyanto dan Muh. Lutfhfi ini melibatkan empat personel gabungan. Berdasarkan laporan resmi, pemantauan dilakukan di dua sektor utama:
Sektor Runway 04 (Pukul 14.25–14.50 WITA):
Terbang pada ketinggian ±70 meter dengan jarak ke titik api ±954 meter.
Petugas mendapati 4 titik (3 titik sisa area terbakar dengan 3 pondok warga, serta 1 titik berpotensi terbakar di sekitar kandang ayam). Tidak ditemukan aktivitas mencurigakan di lokasi.
Sektor Runway 22 (Pukul 15.08–16.25 WITA):
Terdeteksi jarak titik api sejauh ±470 meter dengan 4 titik api di area bekas terbakar dan 2 pondok warga.
Kendati operasi sempat menghadapi hambatan berupa embusan angin kencang serta pembatasan ruang gerak drone demi keselamatan penerbangan sipil, tim memastikan situasi terpantau terkendali. Rencananya, pemantauan udara lanjutan akan kembali digelar pada Rabu, 16 September 2026 pukul 10.00 WITA guna memantau perkembangan titik-titik rawan secara berkala.(mn)
![]()

