PENAJAM — Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kembali kehilangan salah satu putra terbaiknya. Mantan Wakil Bupati PPU dua periode, Drs. H. Mustaqim MZ, M.M., berpulang ke rahmatullah pada Senin (14/9/2026) malam di usia 76 tahun.
Tokoh senior yang memegang peranan penting dalam sejarah pemerintahan Benuo Taka ini mengembuskan napas terakhirnya di RSUD Ratu Aji Putri Botung (RAPB), Penajam. Kepergian sosok yang dikenal dekat dengan masyarakat ini meninggalkan duka mendalam bagi jajaran pemerintah daerah, kerabat, serta seluruh warga PPU.
Kabar duka ini sempat beredar cepat melalui pesan berantai di grup-grup WhatsApp warga dan pejabat daerah sejak Senin malam. Humas RSUD RAPB PPU, Nurdin, saat dikonfirmasi wartawan membenarkan kabar wafatnya tokoh senior tersebut.
“Iya, benar. Beliau meninggal dunia pada Senin malam,” ujar Nurdin, seraya mengonfirmasi bahwa almarhum sempat mendapatkan penanganan medis di IGD sebelum akhirnya dirawat secara intensif di Ruang Tulip. Meski tim medis telah berupaya maksimal, takdir berkata lain; almarhum berpulang sekitar pukul 19.00 hingga menjelang pukul 20.00 WITA.
Satu Dekade Mengabdi: Dampingi Dua Bupati Berbeda
Lahir di Boyolali pada 12 Desember 1949, almarhum H. Mustaqim MZ merupakan figur birokrat sekaligus politisi senior yang rekam jejaknya melekat erat dengan fase-fase awal pembangunan Kabupaten PPU—daerah otonom baru yang disahkan melalui Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2002.
Kiprah eksekutifnya terukir selama satu dekade penuh melalui dua periode kepemimpinan yang berbeda:
Periode 2008–2013: Mustaqim mendampingi Bupati H. Andi Harahap, S.Sos., setelah memenangkan Pilkada PPU dan dilantik pada 12 September 2008.
Periode 2013–2018: Ia kembali dipercaya menduduki kursi Wakil Bupati PPU, kali ini berpasangan dengan Bupati H. Yusran Aspar, M.Si.
Selain berkarier di birokrasi pemerintahan, almarhum juga aktif di kancah politik lokal dan sempat dipercaya menakhodai kepengurusan DPC Partai Gerindra Kabupaten PPU.
Kepergian Mustaqim MZ menyisakan kesayuan tersendiri bagi lembaran sejarah politik PPU tahun ini. Almarhum berpulang hanya berselang beberapa pekan setelah kepergian rekan seiring sejalan di periode pertamanya, almarhum H. Andi Harahap, yang lebih dulu tutup usia pada 5 Agustus 2026 lalu di RSKD Balikpapan. Kini, kedua tokoh penting yang pernah memimpin fondasi awal pembangunan PPU tersebut telah tiada.
Pihak keluarga dan kerabat menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas segala khilaf dan kesalahan almarhum semasa hidup, sekaligus memohon doa dari masyarakat agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
Selamat jalan, H. Mustaqim MZ. Pengabdianmu untuk tanah Benuo Taka akan terus dikenang.(*/mn)
![]()

