SAMARINDA – Kebudayaan tidak lagi sekadar warisan masa lalu yang dipajang secara statis, melainkan motor penggerak ekonomi kreatif dan penopang ekonomi kerakyatan. Transformasi tersebut ditegaskan Wakil Gubernur Kaltim H Seno Aji saat pembukaan Temu Karya Taman Budaya Regional Kalimantan ke-IV Tahun 2026 di UPTD Taman Budaya Kaltim, Jalan Kemakmuran, Samarinda, Senin (12/10/2026).

Membuka helatan bertema “Etam Rawat Tradisi Untuk Jaga Nusantara” tersebut, Wakil Gubernur Kalimantan Timur H. Seno Aji menyoroti pentingnya mengubah paradigma seni pertunjukan daerah dari sekadar seremoni menjadi industri kebudayaan bernilai komersial.

“Budaya lokal maupun nasional itu adalah bentuk dari ekonomi kreatif kita. Ini menambah ekonomi kerakyatan dan memperbesar ekonomi nasional kita. Kita ingin kebudayaan daerah ini bisa dilihat orang banyak, menjadi budaya industri, menjadi budaya yang tiketnya dibayar oleh penonton,” tegas Seno Aji di hadapan ratusan seniman dan budayawan se-Kalimantan.

Wakil Gubernur Kaltim H Seno Aji didampingi Plt. Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim Armin,M.Pd dan Sekretaris Forum Budaya Nasional Wilda Distianti Binti saat membuka logo baru Temu Karya Taman Budaya 2026.
Penekanan sirene tanda dimulainya Temu Karya Taman Budaya Regional Kalimantan ke-IV Tahun 2026 yang berlangsung di Taman Budaya Kaltim, Jalan Kemakmuran, Samarinda, Senin malam (12/10/2026).

Dukungan Infrastruktur untuk Industri Pertunjukan

Guna mewujudkan ekosistem ekonomi kreatif bertaraf profesional, Seno Aji menyoroti perlunya pembenahan total fasilitas pertunjukan. Menurutnya, kesenian khas seperti Tingkilan, Tarsul, maupun Tari Jepen memerlukan panggung yang representatif agar layak jual dan diminati generasi muda.

Mengakui kondisi fasilitas yang minim perhatian anggaran selama satu dekade terakhir, Pemprov Kaltim berkomitmen melakukan perbaikan menyeluruh pada tahun 2027 mendatang.

“Sangat miris, 10 tahun terakhir ini Taman Budaya tidak pernah mendapatkan anggaran yang berarti. Karena itu, kami akan anggarkan di tahun 2027 untuk membenahi Taman Budaya Kaltim. Panggung yang baik, sound system yang baik, hingga stage lighting atau tata lampu yang mumpuni harus disiapkan agar karya seniman tampil memukau,” ujarnya.

Parade Budaya dan Kolaborasi Lintas Daerah

Ajang yang berlangsung hingga 15 Oktober 2026 ini diikuti oleh kontingen Taman Budaya dari lima provinsi se-Kalimantan—Kaltim, Kalsel, Kalteng, Kalbar, dan Kaltara—serta perwakilan Taman Budaya Kabupaten Kutai Barat.

Kemeriahan diawali dengan Parade Budaya yang memamerkan keragaman busana adat serta atraksi seni daerah. Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kaltim, Armin, M.Pd., menyampaikan bahwa ajang ini menjadi wadah kolaborasi untuk memperkuat nilai tambah seni tradisi di tengah pesatnya perkembangan zaman.

Parade Kontingan dari masing-masing utusan Taman Budaya se Kalimantan.

“Kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang pertunjukan, tetapi juga menjadi ruang pertemuan dan kolaborasi untuk memperkuat persaudaraan antardaerah, meningkatkan apresiasi terhadap seni budaya, serta mendorong keberlanjutan pelestarian kebudayaan,” kata Armin.

Pembukaan acara turut dihadiri Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim H. M. Darlis Pattalongi, S.Hut., M.Si, Kepala Bappeda Kaltim Muhaimin, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIV Kaltim Titit Lestari, S.Si., M.P, Ketua Dewan Kesenian Daerah Kaltim diwakili Hamdani, serta Sekretaris Forum Budaya Nasional Wilda Distianti Binti.(mn)

Loading