NUSANTARA – Ratusan akademisi, pakar, dan praktisi infrastruktur yang tergabung dalam Konferensi Regional Teknik Jalan (KRTJ) ke-16 berkesempatan meninjau langsung transformasi pembangunan jalan dan jembatan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN), Kamis (8/10/2026).

Kunjungan teknik ini menjadi penutup dari rangkaian KRTJ ke-16 garapan Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI) yang berlangsung pada 5–8 Oktober 2026 di Balikpapan.

Mewakili Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono, Sekretaris Otorita IKN Bimo Adi Nursanthyasto menyambut hangat kehadiran para peserta. Ia menegaskan bahwa agenda ini menjadi ajang pembuktian nyata atas komitmen pembangunan di Nusantara.

Sekretaris Umum HPJI, Heddy Agah saat menyampaikan apresiasi dihadapan peserta Konferensi Regional Teknik Jalan (KRTJ) ke-16 yang berkunjung ke IKN.

“Kunjungan teknik hari ini merupakan kesempatan yang sangat baik bagi kita semua untuk melihat secara langsung wujud nyata transformasi pembangunan jalan dan jembatan di IKN,” ujar Bimo saat membacakan sambutan Kepala Otorita IKN di KIPP Nusantara.

Inovasi Jalan Tol dan Jembatan Berbasis Lingkungan

Dengan mengusung fokus ketahanan infrastruktur terhadap bencana dan perubahan iklim, pembangunan jalan tol IKN hingga Jembatan Pulau Balang dirancang memadukan rekayasa teknik tingkat tinggi dengan perlindungan ekosistem. Konsep ini sejalan dengan visi IKN sebagai forest city, smart city, dan sponge city.

Apresiasi tinggi disampaikan Sekretaris Umum HPJI, Heddy Agah. Ia menilai progres konektivitas jalan menuju kawasan IKN mengalami lompatan signifikan dibandingkan periode sebelumnya.

“Waktu itu jalan tol masih belum tersambung, masih ada akses berupa jalan tanah. Sekarang sudah progressing dan saya kira cukup bagus. Mudah-mudahan teman-teman kami mendapat ide dan inovasi dari apa yang diterapkan di IKN,” kata Heddy.

Dalam rombongan tersebut, para peserta berkesempatan melintasi ruas Jalan Tol IKN, Jembatan Pulau Balang, Kantor Bersama, hingga meninjau kawasan Istana Negara dan Masjid Negara.

Bantah Narasi Mangkrak di Media Sosial

Pengalaman meninjau langsung proyek megah ini sekaligus menepis berbagai isu miring di ruang publik. Salsabila, salah satu peserta KRTJ ke-16 yang baru pertama kali mendaratkan kaki di Nusantara, mengaku takjub melihat fakta di lapangan.

Ia mengakui sempat termakan isu liar di media sosial yang menyebut proyek pembangunan ibu kota baru tersebut berhenti di tengah jalan.

“Membangun sebuah ibu kota itu tidak mudah dan tidak bisa secepat itu, pasti butuh progres dan tahapan. Buat yang bilang IKN itu mangkrak, cobain datang dulu ke IKN,” pungkas Salsabila.(rls/mn)

Loading