Catatan Rizal Effendi

WARGA Balikpapan harus hormat dan memberi penghargaan kepada Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Meski tuan rumah tidak ada, dia tetap mau meninjau infrastruktur Sumur Air Baku/Sumur Dalam Gunung Tembak di Kelurahan Teritip, Balikpapan Timur.

AHY tahu persis Balikpapan lagi kesulitan air bersih apalagi di saat musim kemarau sekarang. “Saya mendapat laporan Balikpapan mengalami defisit air bersih hingga 1.000 liter per detik. Ketersediaan air bersih di kota ini baru mencapai 1.500 liter per detik, sedang kebutuhan riil masyarakat mencapai 2.500 liter per detik,” ulasnya.

Karena itu AHY mau meninjau Sumur Dalam Gunung Tembak sambil mencari solusi dan mendengar suara masyarakat. Dia datang ke tempat itu, Kamis (8/10/2026) sore setelah menyampaikan orasi ilmiah pada acara Dies Natalis ke-12 Institut Teknologi Kalimantan (ITK) di Karang Joang, Balikpapan Utara. Selain para staf khusus, AHY juga didampingi Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud.

Tuan rumah yang tidak ada adalah Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud. “Wali Kota, Wawali, Sekda dan para Asisten semuanya berada di Jakarta,” kata seorang staf di Pemkot.

Menurut staf tersebut, Wali Kota menghadiri rapat kerja Pemkot dengan Kementerian di Hotel Ashley Wahid Hasyim. “Tapi Pak Wali hanya membuka saja sampai Rabu siang,” jelasnya.

Jika melihat penjelasan itu, seharusnya Wali Kota masih sempat pulang Rabu sore atau malam ke Balikpapan atau Kamis pagi. Sebab kunjungan Menko AHY ke sumur Teritip dilakukan pada Kamis sore setelah acara di ITK.
Saat Menko AHY ada di lokasi, Wali Kota diwakili staf ahli Wali Kota Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Idham bersama Dirut Perumda Tirta Manuntung, Yudhi Saharuddin.

Berdasarkan penjelasan Yudhi, air yang disedot dari sumur bor Gunung Tembak mencapai kedalaman sampai 200 meter. Debit air yang dihasilkan sekitar 10 liter per detik dan diproyeksikan mampu melayani sekitar 1.089 sambungan rumah di Balikpapan Timur.

Dirut PDAM Balikpapan Yudhi Saharuddin memaparkan ketersediaan air baku di Balikpapan kepada Menko AHY yang datang meninjau bersama Gubernur Rudy Mas’ud.

Dia juga mengatakan, pihaknya punya 2 sumur yang kapasitasnya bisa ditingkatkan menjadi 30 liter per detik. Apalagi di musim hujan, PDAM juga bisa memanfaatkan intake Selok Api. “Kalau 30 liter per detik tercapai, maka kita bisa tambah 2.000 rumah sambungan lagi untuk Balikpapan Timur,” jelasnya.

AHY mengakui, penambahan sumur bor menjadi salah satu upaya meningkatkan kapasitas air bersih di Balikpapan, meski masih diperlukan sumber air tambahan untuk memenuhi semua kebutuhan masyarakat. Apakah melalui desalinasi atau memanfaatkan air baku di Waduk Sepaku di IKN.

Sementara itu, kondisi Waduk Manggar yang menjadi sumber utama air baku PDAM Balikpapan sudah turun hingga ke level 8 meter. Padahal biasanya di atas 10 – 12 meter. Karena itu Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV memangkas produksi dari 1.150 liter per detik menjadi 900 liter per detik.

Kondisi air di Waduk Manggar yang sudah menyusut antara 2 sampai 4 meter. Terpaksa produksinya dikurangi.

Akibat pemangkasan air baku itu, produksi air bersih PDAM juga menurun. Menurut laporan, sekitar 38 ribu sambungan rumah (SR) terdampak dan terkena kebijakan penggiliran air. “Ya kita ini sudah lengkap penderitaannya. Sudah antri BBM, ya penggiliran listrik, ya penggiliran air,” kata Rusli, warga di Batu Ampar dengan wajah kecut.

KERETA API DI KALTIM

Selain soal air bersih, para awak media juga sempat meminta penjelasan AHY berkaitan rencana pembangunan perkerataapian di Kalimantan khususnya di Kalimantan Timur.

Gagasan membangun moda kereta api sudah dirintis pada masa kepemimpinan Gubernur Awang Faroek Ishak (2008-2018). Pemprov Kaltim bekerjasama dengan perusahaan asal Rusia, JSC Russian Railways membentuk PT Kereta Api Borneo (KAB).

Lalu Presiden Jokowi sempat melakukan peletakan batu pertama (ground breaking) di kawasan Buluminung, Penajam Paser Utara (PPU) pada 19 November 2015. Rencananya jalur kereta api akan dibangun dari PPU ke Mahakam Ulu. Berfungsi mengangkut orang dan barang terutama batu bara dan kelapa sawit.

Untuk mewujudkan gagasan itu, Gubernur Awang juga mengirim puluhan mahasiswa Kaltim menempuh pendidikan ilmu perkeretaapian di St Petersburg State Transport University, Rusia. Maksudnya, biar kereta api di Kaltim nantinya dioperasikan oleh anak-anak daerah. Sayang belakangan rencana ini gagal.

Kepada wartawan, AHY mengatakan, pembangunan kereta api di Kalimantan termasuk Kaltim masih dimatangkan pemerintah bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero.

“Pengembangan kereta api membutuhkan perhitungan yang benar-benar detil karena berkaitan dengan tata ruang, kapasitas fiskal dan investasi yang benar-benar sustainable. Ini membutuhkan anggaran yang besar,” jelasnya.

AHY mengakui, Kaltim memiliki potensi komoditas yang besar, mulai dari batu bara, crude palm oil (CPO) kelapa sawit sampai komoditas lainnya. Semua itu memerlukan moda transportasi yang tangguh dan mampu menjangkau berbagai kawasan. “Salah satu pilihan penting dalam menunjang kelancaran komditas tersebut adalah dibangunnya moda trasnportasi kereta api,” jelasnya.

Menurut AHY, pembangunan kereta api harus ditempatkan sebagai bagian dari strategi jangka panjang penguatan konektivitas dan perekonomian kawasan. Terlebih lagi Kaltim pada saat ini menjadi salah satu wilayah strategis seiring adanya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Penguatan konektivitas tidak cukup hanya mengandalkan jalur darat, laut dan udara saja, tetapi juga moda kereta api juga harus diperhitungkan sebagai bagian dari sistem transportasi terintegrasi,” demikian kata AHY.

Warga di pedalaman Mahakam menyambut baik rencana pembangunan kereta api. “Tentu kami sangat mendambakan, karena bisa lebih murah dan mempermudahkan akses kami ke daerah perkotaan,” kata Iman, warga di Barong Tongkok.

Rencana pembangunan moda kereta api di Kaltim yang menghubungkan sumber produksi sejumlah komoditas ke pelabuhan laut di Balikpapan atau PPU.

Ketika meninggalkan Teritip ada warga yang mendoakan AHY, yang juga sekarang ini sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. “Orangnya ganteng dan cerdas. Mudah-mudahan dia bisa mengikuti jejak ayahnya, Presiden SBY. Minimal AHY jadi Wapres,” kata Usman sambil tersenyum.(*)

Loading