PURWAKARTA – Pondok Pesantren Al-Haromain, Cipulus, Kabupaten Purwakarta, resmi memulai rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Pesantren (MPLP) bagi santri baru tahun ajaran 2026/2027. Kegiatan ini menjadi gerbang awal bagi para santri untuk beradaptasi dengan lingkungan pendidikan, tata tertib, serta nilai-nilai keislaman.
Tahun ini, lembaga pendidikan yang diasuh oleh KH. Firman Hawari ini menerima ratusan santri baru yang berasal dari berbagai daerah, seperti Karawang, Subang, Bogor, hingga wilayah Purwakarta sendiri. Besarnya animo masyarakat dari luar daerah mencerminkan tingginya kepercayaan publik terhadap kualitas pendidikan di Al-Haromain.
Dalam sambutannya, KH. Firman Hawari menekankan bahwa kehidupan di pesantren adalah proses panjang dalam membentuk kepribadian santri yang disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab.
“Mondok bukan sekadar belajar ilmu agama, tetapi juga belajar hidup, menghormati guru, menyayangi sesama, serta membiasakan diri dengan adab yang baik dalam setiap aktivitas,” ujar KH. Firman Hawari.
Ia berharap para santri dapat memanfaatkan waktu di pesantren dengan optimal untuk membangun karakter yang kuat, yang tidak hanya unggul secara intelektual tetapi juga memiliki akhlakul karimah.
Dukungan Strategis JATMA ASWAJA
Hadir dalam kegiatan tersebut, anggota Bidang Media dan Komunikasi PW JATMA ASWAJA Jawa Barat, Rudi Ahmad Rosyidi, S.Pd.I, C.AQ, memberikan apresiasi positif terhadap kurikulum dan pola pembinaan yang diterapkan di Al-Haromain.
“Pondok Pesantren Al-Haromain adalah mitra strategis JATMA ASWAJA dalam mencetak generasi yang tidak hanya paham agama, tetapi juga melek teknologi dan siap menghadapi tantangan zaman,” ungkap Rudi.

Ia menambahkan, sinergi antara pesantren dan organisasi kemasyarakatan seperti JATMA ASWAJA sangat krusial dalam membangun sumber daya manusia unggul yang berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah.
Selama kegiatan MPLP berlangsung, para santri baru mengikuti berbagai materi pengenalan yang meliputi, Sejarah dan visi-misi Pondok Pesantren Al-Haromain, Penerapan tata tertib dan budaya santri serta Program pendidikan dan pembinaan yang akan dijalani selama masa mondok.

Suasana MPLP terpantau penuh semangat dan kekeluargaan. Para santri tampak antusias berinteraksi dengan lingkungan baru serta mulai membangun jejaring pertemanan dengan rekan sejawat dari berbagai daerah.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, pihak pesantren berharap seluruh santri baru dapat beradaptasi dengan cepat dan tumbuh menjadi generasi Islam yang berilmu serta siap memberikan kontribusi nyata bagi agama, bangsa, dan masyarakat.(*/mn)
![]()

