SAMARINDA – Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABP-PTSI) Wilayah Kalimantan Timur memastikan partisipasi penuh dalam Musyawarah Nasional (Munas) VI yang akan digelar di Grand Ballroom, Pullman Jakarta Central Park, Jakarta, pada 15-16 Juli 2026.
Ketua ABP-PTSI Kaltim, dr. Krisdinata, AIFO.K, menegaskan bahwa kehadiran delegasi dari Bumi Etam merupakan langkah krusial. Forum empat tahunan ini dinilai sebagai penentu arah kebijakan strategis organisasi untuk empat tahun ke depan.
“Terakhir Munas ABP-PTSI ke-V berlangsung 21-22 Juli 2022 di Surabaya. Mengingat ini agenda yang sangat penting bagi keberlangsungan organisasi, Kaltim harus hadir dan ikut mewarnai pelaksanaan Munas nanti,” ujar Krisna, sapaan akrabnya, Rabu (8/7/2026).
Hingga saat ini, lima institusi pendidikan tinggi telah memastikan pengiriman delegasi, yakni Universitas Widya Gama Mahakam, Universitas Kutai Kartanegara, Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda, Universitas 17 Agustus 1945 Balikpapan, serta Yayasan Perguruan Ibnu Khaldun Balikpapan yang membawahi STAI Balikpapan.
Matangkan Strategi via Koordinasi Virtual
Sebelum bertolak ke Jakarta, pengurus ABP-PTSI Kaltim akan mematangkan posisi strategis melalui rapat koordinasi virtual. Langkah ini diambil untuk menyerap aspirasi seluruh anggota di daerah agar memiliki satu suara dalam Munas.
“Kami akan melakukan musyawarah daerah melalui zoom meeting. Ini penting untuk membahas posisi ABP-PTSI Kaltim ke depan,” tambah Krisna.
Dukungan serupa datang dari perwakilan Universitas Kutai Kartanegara, Agus Setia Gunawan. Menurutnya, koordinasi pra-Munas sangat vital untuk merumuskan masukan yang akan menjadi misi utama delegasi Kaltim di tingkat nasional.
Targetkan Posisi di Pengurus Pusat
Ambisi besar diusung anggota ABP-PTSI Kaltim, Achmad Sobyan. Ia secara terbuka menyatakan harapannya agar perwakilan dari Kalimantan Timur dapat mengisi kursi kepengurusan di tingkat pusat. Guna mewujudkan target tersebut, pihaknya berencana membangun koalisi dengan wilayah lain, khususnya sesama provinsi di Kalimantan dan kawasan Indonesia Timur.
“Kita harus melobi provinsi lain, khususnya Kalsel, Kalbar, Kalteng, dan Kaltara, bahkan wilayah Indonesia Timur agar Kaltim bisa memiliki perwakilan di pengurus pusat,” ungkap Sobyan.
Munas VI ABP-PTSI 2026 mengusung tema “Penguatan Peran Badan Penyelenggara Menuju PTS Unggul, Berdampak, dan Berkelanjutan”. Acara ini dijadwalkan akan diikuti oleh perwakilan dari 38 wilayah ABP-PTSI se-Indonesia.

Sederet tokoh nasional dijadwalkan hadir, di antaranya Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto, Ph.D., sebagai keynote speaker. Selain itu, Ketua Umum ABP-PTSI Prof. Dr. Thomas Suyatno, Ketua Dewan Kehormatan Dr. H. Wiranto, S.H., serta Dirjen Pendidikan Tinggi Prof. Dr. Khairul Munadi, dijadwalkan memberikan arahan strategis bagi pengembangan perguruan tinggi swasta di Tanah Air.(mn)
![]()

