SAMARINDA – Sekolah Rakyat Samarinda memastikan kegiatan belajar mengajar akan tetap berjalan sesuai agenda, meski proses pembangunan fisik di area sekolah belum sepenuhnya rampung. Untuk menjamin keamanan dan kenyamanan siswa, pihak pengelola menerapkan sistem pemisahan zona antara area aktivitas pendidikan dan area pekerjaan konstruksi.
Pengaturan zona ini dilakukan sebagai persiapan krusial menyambut pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dijadwalkan mulai 14 Juli 2026.
PPK Pelaksanaan Prasarana Strategis pada Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis Kalimantan Timur, Ryan Randu Perdana Lubis, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pemetaan lokasi secara ketat.

“Langkah ini agar kegiatan belajar mengajar tidak terganggu oleh aktivitas pekerjaan konstruksi, sekaligus memastikan keselamatan siswa selama berada di lingkungan sekolah,” ujar Ryan saat dikonfirmasi, Rabu (8/7/2026).
Saat ini, progres pembangunan Sekolah Rakyat Samarinda telah mencapai 84,313 persen. Meski proyek masih berlangsung hingga kontrak berakhir pada 9 Agustus 2026, sejumlah fasilitas utama dipastikan telah siap digunakan untuk mendukung operasional awal siswa. Fasilitas tersebut mencakup tiga gedung asrama, satu gedung kelas, fasilitas dapur, serta kantin.
Selain pengaturan zona aktivitas yang terpisah, pihak pelaksana juga memastikan kebutuhan dasar operasional seperti pasokan listrik dan air bersih telah tersedia serta siap digunakan untuk menunjang kegiatan sekolah sehari-hari.
Secara keseluruhan, proyek strategis ini mencakup pembangunan gedung sekolah, asrama, gedung serbaguna, rumah ibadah, guest house, serta berbagai fasilitas penunjang lainnya yang akan melengkapi ekosistem pendidikan berbasis pelayanan sosial tersebut.
Dengan pengaturan area yang matang, Ryan optimistis bahwa proses pendidikan dapat tetap berlangsung secara kondusif dan aman sembari menunggu penyelesaian seluruh fasilitas sekolah secara tuntas.
“Dengan pengaturan area yang matang, proses pendidikan diharapkan dapat berjalan beriringan dengan penyelesaian pembangunan fasilitas sekolah,” pungkasnya.(jalia/mn)
![]()

