SAMARINDA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah sembarangan. Larangan ini diberlakukan seiring dengan prediksi periode cuaca panas ekstrem yang diperkirakan akan berlangsung hingga Agustus 2026.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Samarinda, Suwarso, menekankan bahwa aktivitas pembakaran, baik untuk membuka lahan pertanian maupun pembuangan sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS), menjadi pemicu utama kebakaran yang sulit dikendalikan saat kondisi lingkungan kering.

“Tidak bosan-bosan kita menyampaikan kepada masyarakat supaya tidak membakar sampah di lahan maupun di TPS, termasuk membuka lahan dengan cara membakar. Itu harus dihindari,” ujar Suwarso saat dikonfirmasi, Kamis (9/7/2026).
Belajar dari Tragedi Masa Lalu
Suwarso mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap sepele bahaya kebakaran lahan. Ia merujuk pada insiden tragis yang pernah terjadi di wilayah Sambutan, di mana seorang warga kehilangan nyawa setelah terjebak kepungan asap saat melakukan aktivitas pembakaran lahan.
“Dari pengalaman sebelumnya, pernah ada korban meninggal karena membakar lahan dan terkurung asap. Ini menjadi pelajaran agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.
Selain ancaman keselamatan jiwa, pembakaran lahan juga berisiko tinggi menyebabkan penyebaran api yang luas ke pemukiman warga. BPBD mendorong masyarakat untuk beralih ke metode pengelolaan lahan yang lebih aman dan produktif, seperti mengolah sisa tanaman atau bahan organik menjadi pupuk alami.
“Cara menanam sebenarnya tidak harus dengan membakar. Bahan-bahan organik dari lahan juga bisa dimanfaatkan menjadi pupuk,” jelas Suwarso.
Saat ini, BPBD Kota Samarinda terus menggencarkan sosialisasi dan edukasi di berbagai wilayah sebagai upaya preventif. Pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk proaktif menjaga lingkungan dan melaporkan segera jika ditemukan potensi atau titik api di sekitar tempat tinggal.
“Kami terus menyebarkan informasi agar masyarakat bersama-sama mencegah kebakaran lahan,” pungkasnya.(*/mn)
![]()

