SAMARINDA – Menjelang dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027, kesiapan Sekolah Rakyat permanen di Jalan Stadion Utama, Kelurahan Simpang Pasir, Kecamatan Palaran, terus dipacu. Pemerintah Kota Samarinda bersama Kementerian Sosial (Kemensos) RI melakukan peninjauan intensif pada Rabu (8/7/2026) untuk memastikan fasilitas pendidikan tersebut siap menyambut siswa baru.
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, bersama perwakilan Kemensos, meninjau langsung progres pembangunan mulai dari ruang kelas, asrama, hingga sarana pendukung lainnya. Peninjauan ini menjadi langkah krusial mengingat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) akan dimulai serentak pada 14 Juli 2026 mendatang.
Siap Tampung Ratusan Siswa
Kepala Bagian Tata Usaha Sentra Terpadu Pangudi Luhur Kemensos, Jaswadi, mengungkapkan bahwa sekolah ini akan menjadi babak baru bagi akses pendidikan berbasis pelayanan sosial di Kalimantan Timur.

“Sekolah Rakyat permanen Samarinda tahap awal akan menerima 270 siswa baru jenjang SD, SMP, dan SMA. Sementara siswa lama dari sekolah rintisan dijadwalkan pindah ke gedung permanen pada 30 Juli 2026,” ujar Jaswadi usai peninjauan.
Meski progres pembangunan telah mencapai tahap akhir, terdapat sejumlah catatan terkait penyempurnaan fasilitas. Beberapa aspek yang menjadi perhatian adalah kebersihan ruang kelas, kelengkapan perabotan asrama, hingga kesiapan fasilitas dapur.
“Beberapa perlengkapan seperti kasur sudah tersedia. Kebutuhan lain seperti rak sepatu, handuk, serta alat kebersihan masih dalam proses distribusi dan perapian,” tambahnya.
Sebagai bagian dari fasilitas pendidikan terpadu, Kemensos telah merancang layanan konsumsi bagi siswa. Jaswadi memastikan, apabila fasilitas dapur di sekolah belum beroperasi maksimal saat dimulainya MPLS, pihak pengelola telah menyiapkan skema layanan katering. Hal ini dilakukan untuk memastikan hak makan siswa sebanyak tiga kali sehari dan dua kali makanan ringan tetap terpenuhi.
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, memberikan apresiasi atas dukungan penuh pemerintah pusat. Menurutnya, percepatan finishing konstruksi saat ini menjadi fokus utama.

“Kami terus berkoordinasi dengan pihak pelaksana untuk merapikan sisa pekerjaan. Keberadaan sekolah ini adalah program strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan menciptakan generasi masa depan yang lebih baik di Samarinda,” jelas Saefuddin.
Sekolah Rakyat di Samarinda merupakan bagian dari 93 lokasi sekolah serupa yang tersebar di seluruh Indonesia. Dengan sisa waktu satu pekan, sinergi antara Pemkot Samarinda dan Kemensos diharapkan mampu menuntaskan seluruh persiapan sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berjalan optimal sesuai jadwal yang telah ditentukan.(*/mn)
![]()

