NUSANTARA – Proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali memamerkan narasi “Forest City” melalui aksi penanaman 1.200 bibit pohon di kawasan Embung G, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), Selasa (7/7/2026). Di bawah komando Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, lebih dari 1.000 orang dikerahkan dalam aksi yang diklaim bukan sekadar seremonial belaka.

Namun, di balik megahnya klaim konservasi tersebut, muncul pertanyaan mendasar: apakah kota ini memang sejak awal sudah hijau, atau justru dipaksakan menjadi hijau melalui rekayasa vegetasi berskala masif?

Dalam sambutannya, Basuki menegaskan bahwa lebih dari 5.000 hektare lahan telah ditanami, dengan total realisasi mencapai 8.947,55 hektare dan lebih dari 5 juta tanaman yang kini menghiasi IKN. Angka yang fantastis ini seolah menjadi “tameng” bagi Otorita IKN untuk menepis kritik terkait dampak pembangunan terhadap ekosistem asli Kalimantan.

Otorita IKN tampak begitu agresif melibatkan berbagai elemen, mulai dari siswa SMA Taruna Nusantara, aparat kepolisian, mahasiswa KKN UGM, hingga pensiunan kementerian, demi mewujudkan mimpi “Forest City”.

Aksi tanam pohon ini pun menjadi ajang pamer hasil bagi para pendukung proyek. Diana, seorang pensiunan pegawai Kementerian PUPR, bahkan menyebut kawasan IKN kini cocok sebagai tempat “healing” dan menambah usia.

“Apa yang kami lihat melebihi ekspektasi. Sesuatu yang dulu terasa tidak mungkin, ternyata bisa menjadi mungkin,” ujar Diana takjub, seolah melupakan bahwa hutan di lokasi tersebut adalah hasil dari perombakan lahan berskala besar yang dilakukan pemerintah beberapa tahun lalu.

Citra Internasional yang Dipoles
Tidak hanya menggaet warga lokal, Otorita IKN juga membawa narasi positif ke panggung internasional dengan menghadirkan Mike Davidson, seorang host media asing. Bagi pihak Otorita, kehadiran testimoni warga Kanada ini adalah validasi bahwa IKN adalah “tempat yang istimewa”.

Kepala OIKN Basuki Hadimuljono saat menyaksikan Mike Davidson, seorang host media asing warga Kanada menanam pohon Penghijauan. (Foto: humas oikn)
Basuki Hadimuljono, Kepala Otorita IKN turut menanam pohon Penghijauan. (Foto: humas oikn)

Namun, kritikus lingkungan seringkali melihat upaya ini sebagai bentuk greenwashing—upaya memoles citra kota agar tampak ramah lingkungan, meski pembangunan infrastruktur masif terus menggerus lanskap hutan asli yang telah ada jauh sebelum proyek ini dimulai.

Dengan menanam 17 jenis tanaman, mulai dari kayu-kayuan hingga tanaman estetika, Otorita IKN mencoba meyakinkan publik bahwa pembangunan kota tidak harus mematikan alam.

Namun, pertanyaannya tetap sama: akankah 5 juta pohon yang ditanam tersebut mampu mengembalikan ekosistem alami yang telah terlanjur diubah menjadi beton dan beton, ataukah ia hanya akan menjadi dekorasi hijau di tengah ambisi beton yang terus tumbuh?(*/mn)

Loading