BATU – Wakil Menteri Agama, Romo Muhammad Syafi’i, menekankan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai jangkar utama dalam merawat kerukunan di tengah keberagaman Indonesia. Pesan tersebut disampaikan Wamenag saat membuka Kebaktian Tahunan Nasional ke-63 Yayasan Pelayanan Pekabaran Injil Indonesia (YPPII) di Kota Batu, Jawa Timur, Selasa (30/6/2026).

Di hadapan para jemaat dan tokoh agama, Wamenag menegaskan bahwa Indonesia adalah negara yang sangat religius di mana setiap warga negaranya memiliki ruang yang sama untuk menjalankan ibadah sesuai keyakinan masing-masing. Menurutnya, hak tersebut merupakan manifestasi dari nilai-nilai luhur Pancasila.

Keberagaman sebagai Anugerah
Mengusung tema “God’s Arrow Generation”, Wamenag mengajak generasi muda untuk tidak sekadar menjalankan ritual keagamaan, tetapi juga menjadi agen moderasi beragama di tengah masyarakat. Ia mengingatkan bahwa perbedaan keyakinan tidak boleh menjadi tembok pemisah, melainkan justru menjadi kekuatan bangsa.

“Indonesia adalah negara religius yang dikristalisasi oleh nilai-nilai Pancasila. Karena itu, sebagai anak bangsa, kita harus mampu hidup berdampingan, saling menghormati, dan saling menerima satu sama lain,” ujar Wamenag.

Ia menambahkan, kerukunan antarumat beragama adalah prasyarat mutlak bagi pembangunan nasional. Tanpa suasana yang damai dan rukun, cita-cita Indonesia untuk menjadi negara yang maju dan sejahtera akan sulit tercapai.

Dalam kesempatan tersebut, Wamenag juga mengingatkan bahwa jaminan kemerdekaan memeluk agama dan menjalankan ibadah bukan sekadar slogan, melainkan amanat UUD 1945. Dalam bingkai kebangsaan, setiap warga negara memiliki posisi yang sejajar.

“Kita tumbuh dengan Pancasila, maka kita semua adalah satu sebagai anak bangsa. Negara menjamin penuh kemerdekaan penduduk untuk menjalankan keyakinannya masing-masing. Semangat inilah yang harus terus kita rawat agar Indonesia tetap menjadi rumah yang damai bagi kita semua,” tegasnya.

Apresiasi terhadap Kerukunan
Hadir mendampingi Wamenag dalam acara tersebut, Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, beserta jajaran pengurus YPPII dan tokoh masyarakat setempat. Wamenag menyampaikan apresiasinya atas suasana kondusif yang terbangun di Kota Batu, yang mencerminkan praktik nyata moderasi beragama di tingkat akar rumput.

Rangkaian acara yang berjalan khidmat ini diharapkan mampu memotivasi generasi muda kristiani di Indonesia untuk menjadi “anak panah” yang tepat sasaran—yakni menjadi sosok yang tidak hanya taat secara religius, tetapi juga berkontribusi positif bagi persatuan dan kesejahteraan bangsa.(rls/mn)

Loading