JAYAPURA – Menyongsong peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 menegaskan posisi krusial insan pers sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua. Hal ini mengemuka dalam kegiatan silaturahmi dan dialog terbuka antara jajaran Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 dengan para jurnalis di Jayapura, Senin (29/6/2026).
Kegiatan yang dipimpin oleh Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, ini menjadi ruang diskusi strategis untuk menyamakan persepsi terkait arus informasi di tengah dinamika keamanan wilayah.
Di tengah pesatnya penyebaran hoaks dan disinformasi, peran media di Papua dinilai bukan lagi sekadar pelapor peristiwa, melainkan sebagai “filter” yang memastikan masyarakat menerima informasi yang akurat dan menyejukkan. Satgas Operasi Damai Cartenz memandang sinergi dengan media adalah langkah preventif untuk mencegah keresahan publik.
“Kami menyadari bahwa informasi adalah bagian integral dari keamanan. Oleh karena itu, hubungan harmonis dengan media adalah faktor kunci. Kami berharap kolaborasi ini memperkuat penyampaian informasi yang edukatif dan membangun optimisme bagi masyarakat Papua,” ujar Kasatgas Humas, Kombes Pol. Yusuf Sutejo.
Kepala Operasi (Kaops) Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, turut menggarisbawahi bahwa objektivitas jurnalis adalah instrumen penting bagi kepolisian dalam melaksanakan tugas. Dengan adanya check and balance melalui pemberitaan yang kredibel, kepercayaan publik terhadap aparat keamanan dapat terus terjaga.
Suasana diskusi yang hangat selama makan siang tersebut tidak hanya diisi dengan pemaparan dari pihak kepolisian, tetapi juga menjadi ajang bagi wartawan untuk memberikan masukan terkait realita lapangan.
Wakil Kepala Operasi (Wakaops) Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, menyambut baik masukan-masukan tersebut. Ia menekankan bahwa komunikasi dua arah antara aparat dan jurnalis merupakan bentuk keterbukaan yang sehat bagi institusi Polri.
“Masukan dari rekan-rekan media sangat berharga bagi kami dalam mengevaluasi tugas di lapangan. Koordinasi yang terjalin tidak hanya bersifat formal, tetapi bertujuan agar pesan-pesan keamanan yang sampai ke masyarakat tetap akurat dan bermanfaat,” jelas Kombes Pol. Adarma.
Sinergi ini diharapkan menjadi model komunikasi berkelanjutan pasca-Hari Bhayangkara ke-80. Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 berkomitmen untuk terus membuka akses informasi yang transparan guna mendukung kerja-kerja jurnalistik yang profesional.
Melalui kemitraan strategis ini, Satgas berharap dapat bersama-sama dengan insan pers menciptakan ruang publik yang sehat, di mana berita tidak hanya menjadi konsumsi informasi, tetapi juga menjadi instrumen perdamaian guna mewujudkan situasi Papua yang aman dan kondusif bagi seluruh elemen masyarakat.(rls/mn)
![]()

