BALIKPAPAN – Ujian kehidupan yang dialami manusia bukan semata-mata bentuk beban, melainkan sarana peningkatan spiritual yang menyimpan banyak hikmah. Hal tersebut menjadi benang merah dalam khutbah Jumat yang disampaikan Ustadz Fadli Khotib Jumat di Masjid Ash Shiddiq, Kampung Baru Tengah, Kecamatan Balikpapan Barat, Kota Balikpapan, pada Jumat (5/6/2026).
Dalam khutbahnya, Ustasz Fadli menyampaikan bahwa sekurang-kurangnya terdapat tiga alasan utama mengapa Allah SWT senantiasa memberikan ujian kepada hamba-Nya yang beriman.
1. Penghapus Dosa-Dosa Manusia
Alasan pertama yang diangkat adalah fungsi ujian sebagai penggugur dosa. Khatib menyitir sebuah hadis riwayat Imam Muslim yang menegaskan bahwa setiap kemalangan, sekecil apa pun, memiliki nilai pengampunan.
”Tidaklah seorang muslim ditimpa musibah, baik berupa rasa lelah, sakit, gelisah, sedih, gangguan, hingga bersedih hati, bahkan duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapuskan dosa-dosanya dengan sebab itu,” ujar khatib Ustadz Fadli di hadapan jemaah Jumat.
2. Mengangkat Derajat di Surga
Alasan kedua, ujian merupakan mekanisme Allah SWT untuk menaikkan derajat seorang hamba di akhirat. Khatib menjelaskan, adakalanya seorang hamba telah ditakdirkan menempati kedudukan yang tinggi di surga, namun amal ibadahnya sehari-hari belum mencukupi untuk mencapai derajat tersebut.
”Maka Allah memberikan ujian pada fisiknya, hartanya, atau anak-anaknya. Kemudian Allah menjadikan dia sabar atas ujian-ujian tersebut hingga ia dapat mencapai derajat tinggi di surga yang telah ditakdirkan,” paparnya.
3. Bentuk Kecintaan Sang Pencipta
Alasan ketiga yang tidak kalah penting adalah ujian sebagai indikator kecintaan Allah SWT kepada makhluk-Nya. Merujuk pada hadis Rasulullah SAW, khatib mengingatkan bahwa besarnya pahala yang diterima seseorang berbanding lurus dengan besarnya ujian yang dihadapi.
”Sesungguhnya Allah ketika mencintai suatu kaum, maka Dia akan memberi ujian kepada mereka. Barang siapa yang rida dengan ujian Allah, maka baginya rida Allah. Dan barang siapa yang marah atau kecewa, maka baginya kemurkaan Allah,” tambahnya.
Ajakan untuk Bersabar dan Bersyukur
Dalam menutup khutbahnya, Ustadz Fadli khatib mengajak seluruh jemaah Masjid Ash Shiddiq untuk mengubah cara pandang dalam menghadapi setiap problematika hidup.
“Ujian harus dimaknai secara positif sebagai bentuk kasih sayang dan cara Allah SWT untuk membersihkan dosa serta meninggikan derajat manusia,” tambahnya.
Khatib menekankan pentingnya keseimbangan sikap dalam mengarungi kehidupan, yakni dengan senantiasa bersabar saat menghadapi cobaan dan tidak lupa bersyukur ketika menerima limpahan nikmat.
”Kehidupan itu adalah pemberian dari Allah untuk kembali kepada Allah. Mudah-mudahan Allah SWT menjadikan kita semua hamba-hamba-Nya yang selalu sabar dan bersyukur,” pungkasnya. (mun)
![]()

