BALIKPAPAN — Pimpinan Wilayah (PW) Aisyiyah Kalimantan Timur menggelar penanaman mangrove sekaligus peluncuran gerakan Seribu Cahaya Aisyiyah dan Sekolah Asri di SMA Negeri 8 Balikpapan, dalam rangka memperingati Milad Aisyiyah ke-109. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana PW Aisyiyah yang berkolaborasi dengan Majelis Kesejahteraan Sosial.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI yang juga Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., saat menyampaikan sambutan menjelaskan bahwa Gerakan Seribu Cahaya merupakan inisiatif PP Muhammadiyah melalui Majelis Lingkungan Hidup untuk mendorong efisiensi energi dan pemanfaatan energi terbarukan, termasuk panel surya. Gerakan ini mengusung slogan: “Jika sekitarmu gelap, engkaulah yang menyalakan terang.”

Mu’ti juga mengaitkan penanaman mangrove dengan nilai ibadah, merujuk pada hadis dalam kitab Bulughul Maram tentang menghidupkan lahan yang tidak bermanfaat. “Mangrove ini lebih dari sekadar tanaman. Ia menyelamatkan alam, mencegah abrasi, dan menjaga ekosistem laut,” katanya.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Prof Abdul Mu’ti saat menandatangani dukungan peluncuran 100 cahaya Aisyiyah dan Sekolah Asri di halaman SMAN 8 Balikpapan, Margo Mulyo, Balikpapan Barat.

Terkait Gerakan Sekolah Asri, ia berharap SMA Negeri 8 Balikpapan dapat menjadi percontohan bagi sekolah-sekolah lain di Indonesia, sejalan dengan Permendiknas Nomor 6 Tahun 2026 tentang sekolah yang aman dan nyaman.

Sementara itu, Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mengapresiasi langkah Aisyiyah dan berharap gerakan serupa diikuti organisasi lain. Ia menekankan bahwa kader lingkungan Seribu Cahaya Aisyiyah diharapkan menjadi agen perubahan di masyarakat sekaligus teladan gaya hidup berkelanjutan.

Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian saat menyampaikan sambutan.

“Tidak ada satu pun anak Kalimantan Timur yang tidak bisa kuliah hanya karena masalah ekonomi,” tegasnya, seraya mendorong sinergi antara pendidikan karakter dan kepedulian lingkungan demi menyongsong Indonesia Emas 2045.

Gubernur Kaltim Rudi Mas’ud dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa penanaman mangrove bukan sekadar seremonial. Ia menyebut Kalimantan Timur sebagai barometer Asia Pasifik dalam perdagangan karbon, mengingat hutan mangrove mampu menyimpan hingga 1.000 ton karbon per tahun, sementara lahan gambut menyimpan sekitar 500 ton.

“Kami sangat mengharapkan kegiatan penanaman mangrove ini terus tumbuh dan berkembang di lingkungan sekolah maupun masyarakat,” ujar Rudi.

Ia juga mengingatkan bahwa Kalimantan Timur menyumbang 30 persen produksi minyak dan gas nasional serta 61 persen produksi batubara nasional, sehingga pelestarian lingkungan menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah.

Gerakan Seribu Cahaya dan Sekolah Asri

Tema Milad ke-109 Aisyiyah mengambil tema Perdamaian Melalui Dakwah Kemanusiaan, Ketua PW Aisyiyah Kaltim Nurhayati Tapa menyampaikan bahwa tema Milad ke-109 Aisyiyah adalah “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian.” Puncak peringatan milad direncanakan berlangsung pada 20 Juli mendatang, dengan sejumlah kegiatan sosial yang telah dan akan dilaksanakan di berbagai daerah di Kalimantan Timur.

Penanaman 2.026 bibit mangrove di SMA Negeri 8 Balikpapan menjadi simbol komitmen Aisyiyah dalam menjawab tantangan perubahan iklim sekaligus membangun generasi muda yang berkarakter dan peduli lingkungan.(mn)

Loading