BALIKPAPAN – Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, memberikan apresiasi tinggi atas peluncuran gerakan “1000 Cahaya Aisyiyah”, program Sekolah ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah), serta aksi penanaman 2.026 bibit mangrove. Kegiatan kolaboratif berbasis lingkungan dan karakter ini dipusatkan di halaman dan kawasan hutan mangrove SMAN 8 Balikpapan, Jalan Mangrove Margo Mulyo, Kecamatan Balikpapan Barat, pada Jumat (5/6/2026).


Acara strategis tersebut turut dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional dan daerah, di antaranya Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI (sekaligus Sekretaris PP Muhammadiyah) Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., Gubernur Kalimantan Timur Rudi Mas’ud, Anggota DPR RI Syarifah Syuraidah, serta Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kaltim Kyai Haji Muhammad Zafran.

Dalam sambutannya, Hetifah menyatakan bahwa inisiatif yang digagas oleh Pengurus Wilayah (PW) Aisyiyah Kaltim merupakan keteladanan nyata di tengah keprihatinan global terhadap krisis lingkungan, perubahan iklim, dan degradasi ekosistem. Menurutnya, gerakan ini tidak hanya berdampak pada pelestarian alam, melainkan juga menjadi fondasi kuat dalam pembangunan karakter generasi muda.
“Apa yang dilakukan Aisyiyah hari ini adalah contoh baik. Saat ini kita menghadapi tantangan berat berupa perubahan iklim dan degradasi ekosistem yang belum pernah dialami sedahsyat ini pada era-era sebelumnya. Melalui kader lingkungan ‘1000 Cahaya Aisyiyah’, kita sedang mencetak agen perubahan yang akan menggerakkan kesadaran gaya hidup berkelanjutan,” ujar Hetifah.
Hetifah juga berharap program Sekolah ASRI dapat diimplementasikan secara luas agar sekolah-sekolah di Kalimantan Timur bertransformasi menjadi ruang yang aman bagi anak, baik secara fisik maupun mental. Upaya pembentukan karakter ini dinilai selaras dengan peninjauan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilakukan bersama Mendikdasmen dan Gubernur Kaltim sebelumnya, di mana siswa dilatih untuk mandiri dan bekerja sama.
Selain isu lingkungan, legislator asal daerah pemilihan Kaltim ini menegaskan komitmennya bersama Gubernur Kaltim dalam memperluas akses pendidikan tinggi. “Kami ingin memastikan tidak ada satupun anak di Kalimantan Timur yang tidak bisa kuliah hanya karena kendala ekonomi. Sekolah harus menjadi tempat memotivasi mereka untuk meraih cita-cita,” tegas politisi Partai Golkar tersebut.
Di sisi lain, Hetifah mendorong penguatan peran perempuan di sektor domestik maupun publik. Melalui sinergi antara Komisi X dan Komisi VI DPR RI yang membidangi ekonomi, ia berharap organisasi wanita seperti Aisyiyah dapat terus menjadi jembatan aspirasi guna meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup perempuan di Kalimantan Timur.
Di tengah suasana khidmat acara, Hetifah juga menyempatkan diri menyampaikan rasa duka yang mendalam atas berpulangnya salah satu tokoh panutan Muhammadiyah, almarhum Bapak Siswanto. Kendati merasa kehilangan, ia optimistis kader-kader Muhammadiyah dan Aisyiyah, termasuk para guru dan tenaga kependidikan se-Kaltim, akan meneruskan cita-cita luhur almarhum dalam memajukan dunia pendidikan.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap kegigihan pengurus organisasi, Hetifah menutup penyampaiannya dengan sebuah pantun hangat: “Sungguh indah pemandangan di angkasa, kelap-kelip bintang yang bercahaya. Kerja keras pengurus Aisyiyah luar biasa, membuat perempuan makin dipercaya.” Ia mengajak seluruh organisasi kemasyarakatan perempuan lainnya, seperti Pengajian Al-Hidayah, untuk mereplikasi teladan baik ini demi menyongsong visi Indonesia Emas 2045.(mn)
![]()

