JEMBER – Pemkab Jember menyiapkan sejumlah langkah antisipasi, jika lonjakan pembelian bahan bakar minyak (BBM) di masyarakat belum kembali normal dalam beberapa hari ke depan.
Bupati Jember, Muhammad Fawait, mengatakan salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah penerapan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi ASN.
“Jika kondisi belum normal, kemungkinan pada Senin nanti, ASN dapat bekerja dari rumah,” ujar Fawait, Sabtu (6/3/2026).
Selain itu, pemerintah juga mempertimbangkan penerapan pembelajaran daring bagi pelajar, apabila situasi antrean BBM di Jember masih berlangsung.
Menurut Fawait, kebijakan tersebut disiapkan sebagai langkah sementara untuk mengurangi mobilitas masyarakat apabila kondisi belum sepenuhnya stabil.
Meski demikian, pemerintah daerah optimistis situasi akan segera membaik. Berdasarkan laporan dari Pertamina dan pemantauan di lapangan, tren pembelian BBM mulai menurun dibandingkan beberapa hari sebelumnya.
“Tidak semua masyarakat panik. Banyak yang sudah memahami bahwa stok BBM di Jember aman dan melimpah,” katanya.
Pemkab Jember pun berharap dalam satu hingga dua hari ke depan kondisi pembelian BBM dapat kembali normal. Sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas seperti biasa, terutama dalam menyambut hari-hari terakhir Ramadan.
“Karena itu, kami menyampaikan kepada masyarakat Jember agar tidak perlu khawatir atau terpancing untuk melakukan panic buying. Kondisi BBM kita sangat aman,” kata dia.
![]()

