SENDAWAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Pemkab Kubar) membidik penghapusan status kampung tertinggal di wilayah pedalaman Kecamatan Bongan. Strategi utama yang digendong adalah melalui proyek rekonstruksi dan peningkatan jalan sepanjang 34 kilometer yang menghubungkan kawasan Bongan hingga Gerunggung.
Proyek infrastruktur strategis ini dipastikan segera berjalan pada tahun anggaran 2026 melalui kolaborasi pembiayaan bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin, menegaskan bahwa pembenahan akses jalan ini menjadi kunci utama untuk memutus isolasi wilayah dan mempercepat pemerataan pembangunan di kawasan terpencil yang selama ini tertinggal.
“Kami berharap pembangunan ini tidak hanya memperbaiki infrastruktur, tetapi juga membuka peluang yang lebih besar bagi masyarakat untuk berkembang. Dengan akses yang semakin baik, percepatan peningkatan status kampung tertinggal akan lebih mudah diwujudkan,” ujar Frederick Edwin di Kantor Bupati Kubar, Barong Tongkok, Jumat (5/6/2026).

Berdasarkan cetak biru perencanaan teknis, proyek ini akan dibagi menjadi dua skema penanganan. Sepanjang 19,2 kilometer jalan akan dibangun dengan konstruksi aspal (AC-WC) menggunakan dukungan APBD Provinsi Kaltim. Sementara sisa sepanjang 14,8 kilometer lainnya akan ditangani menggunakan pengerasan agregat.
Jalur yang melintasi kawasan Poros Trans Kalimantan menuju Bukit Harapan Kilometer 88 hingga Gerunggung ini merupakan urat nadi utama bagi sejumlah kampung pedalaman. Selama ini, buruknya akses transportasi vertikal menjadi indikator kuat yang menahan laju perkembangan status kemandirian kampung di wilayah tersebut.
Frederick menambahkan, jika konektivitas ini rampung, indeks desa membangun (IDM) di Kecamatan Bongan dipastikan terdongkrak karena masyarakat kini memiliki keterjangkauan yang mudah terhadap fasilitas pelayanan dasar.
“Akses jalan yang memadai akan memudahkan masyarakat menjangkau layanan pendidikan, kesehatan, serta mendukung aktivitas ekonomi. Dampaknya tentu akan dirasakan langsung oleh warga yang selama ini menghadapi keterbatasan akses,” lanjutnya.
Guna memastikan proyek berjalan presisi, Pemkab Kubar dan Pemprov Kaltim saat ini tengah melakukan koordinasi teknis intensif untuk memetakan pembagian titik pekerjaan di lapangan, sehingga target fungsional jalan dapat tercapai tepat waktu pada akhir periode anggaran.(ibnu-jb/mn)
![]()

