SAMARINDA – Gelombang aksi unjuk rasa besar-besaran yang digagas oleh Aliansi Perjuangan Masyarakat (APM) Kalimantan Timur terkait rencana pemakzulan Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, mendapat perhatian serius dari aparat kepolisian. Aksi yang dijadwalkan berlangsung selama empat hari, yakni 20–23 April 2026, akan dipusatkan di dua titik vital: Kantor Gubernur Kaltim dan Gedung DPRD Kaltim.

Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan pemetaan dan siap memberikan pengamanan serta pelayanan demi menjamin kondusivitas Kota Samarinda selama aksi berlangsung.

“Sebagai tugas kami, tentu akan dilakukan pengamanan dan pelayanan agar kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif,” ujar Hendri saat memberikan keterangan kepada media, Senin (13/4/2026).

Aksi unjuk rasa ini disebut-sebut akan melibatkan ribuan massa yang datang dari berbagai penjuru wilayah, mulai dari Samarinda, Balikpapan, Berau, Bontang, Kutai Timur, hingga Kutai Kartanegara. Mengingat cakupan massa yang luas, kepolisian terus memantau perkembangan situasi di lapangan.

Hendri menjelaskan bahwa jumlah massa masih sangat dinamis. “Masih ada waktu sekitar sepekan, sehingga jumlah massa bisa saja berubah. Kami terus memantau pergerakan tersebut,” tambahnya.

Untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan peserta aksi yang signifikan, Polresta Samarinda telah menyiapkan skema koordinasi dengan Polda Kalimantan Timur. Hendri menegaskan tidak akan ragu meminta tambahan kekuatan jika eskalasi massa meningkat.

“Kami akan menyesuaikan dengan jumlah massa. Jika diperlukan, kami akan meminta bantuan dari Polda Kaltim, termasuk dari satuan Dalmas dan Brimob,” ucapnya tegas.

Meski mengakui bahwa menyampaikan pendapat di muka umum adalah hak setiap warga negara yang dilindungi undang-undang, Kapolresta mengimbau agar para peserta aksi tetap mematuhi koridor hukum dan menjaga etika.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga situasi kamtibmas. Sampaikan aspirasi dengan cara yang santun dan tidak melanggar hukum,” imbau Hendri.

Pihak kepolisian berharap rangkaian aksi yang akan digelar di Jalan Gajah Mada dan Jalan Teuku Umar tersebut dapat berjalan damai tanpa mengganggu ketertiban umum maupun aktivitas harian masyarakat di ibu kota provinsi.(*/mn)

Loading