SAMARINDA — Gerbong rotasi kepemimpinan resmi bergulir di lingkungan Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur (Kejati Kaltim). Sosok penegak hukum berintegritas tinggi dan sarat pengalaman, Dr. Chatarina Muliana Girsang, S.H., S.E., M.H., secara resmi diangkat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kaltim terhitung mulai tanggal 22 Juli 2026. Ia menggantikan pejabat sebelumnya, Assoc. Prof. Dr. Supardi, S.H., M.H., yang kini berpindah tugas mengemban amanah sebagai Sekretaris Badan Pemulihan Aset Kejaksaan Agung.

Kehadiran Chatarina di Benua Etam diyakini membawa angin segar sekaligus menjadi sinyal peringatan serius bagi para pelaku tindak pidana korupsi serta kejahatan sistemik, khususnya di sektor sumber daya alam (SDA) dan tata kelola pemerintahan daerah.
Rekam Jejak Gemilang dan Integritas Teruji
Sebelum memegang tongkat komando di Kaltim, rekam jejak Chatarina di kancah penegakan hukum nasional dikenal luas sangat konsisten dan berani. Namanya kian diperhitungkan setelah Kejaksaan Agung menempatkannya sebagai salah satu dari sembilan anggota tim penyidik khusus independen yang menangani perkara dugaan korupsi dan pencucian uang yang menjerat mantan Jampidsus, Febrie Adriansyah, pada medio Juli 2026 lalu.
Penunjukan dalam tim khusus tersebut tak lepas dari latar belakang kuat Chatarina sebagai mantan Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama enam tahun (2005–2011). Selama berkiprah di lembaga antirasuah, ia dikenal disiplin dan kebal terhadap berbagai bentuk intervensi dalam menangani perkara rasuah kelas kakap.
Perjalanan kariernya mencakup berbagai posisi strategis lintas lembaga:
– Eks Jaksa KPK & Birokrasi Hukum: Pernah memimpin Biro Hukum KPK (2013–2015) sebelum ditarik ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai Staf Ahli Menteri hingga menduduki kursi Inspektur Jenderal (Irjen) Kemendikbudristek.
– Pengalaman Manajerial Luas: Sempat diamanahkan sebagai Plt. Rektor di Universitas Sebelas Maret (UNS) serta Universitas Negeri Manado (Unima), hingga mencatatkan sejarah sebagai perempuan pertama yang menjabat sebagai Kajati Bali pada akhir 2025 lalu.(*/mn)
![]()

