PAPUA TENGAH – Suasana Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, tampak berbeda pada Jumat (17/7/2026). Di tengah hiruk-pikuk pedagang yang bertransaksi di Pasar Sinak hingga khusyuknya jamaah yang melangkah menuju Masjid Ar Rochim, tampak sosok berseragam yang berjalan kaki di antara warga. Mereka adalah personel Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 yang tengah mengemban misi menjaga kedamaian melalui pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat.

Bukan dengan senjata yang menonjol, personel Satgas justru mengedepankan dialog. Mereka menyapa pedagang, berbincang dengan warga, hingga memastikan ketertiban di pusat aktivitas ekonomi tersebut. Kehadiran ini dirancang khusus untuk membaur dan memastikan bahwa denyut nadi kehidupan di Sinak tetap terjaga tanpa rasa cemas.

Rasa Aman yang Nyata
Bagi para pedagang di Pasar Sinak, kehadiran petugas di tengah keramaian memberikan ketenangan psikologis yang berharga.

Brifing sebelum melaksanakan patroli di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak.
Seringnya laksanakan operasi humanis, Satgas Operasi Damai Cartenz disapa para anak-anak di jalan menuju Pasar Sinak Kabupaten Puncak.

“Kalau ada bapak-bapak polisi yang patroli, kami merasa lebih tenang berjualan. Pembeli juga datang seperti biasa dan kami bisa bekerja tanpa rasa khawatir,” ujar salah seorang pedagang yang mengaku lebih leluasa berdagang sejak patroli rutin ini digalakkan.

Hal serupa dirasakan di Masjid Ar Rochim. Saat azan berkumandang, para personel Satgas tetap berjaga di sekitar lokasi, memastikan setiap jamaah dapat menunaikan salat Jumat dengan khusyuk. Seorang jamaah mengungkapkan rasa syukurnya, karena dengan adanya aparat, kekhawatiran akan gangguan keamanan saat beribadah sirna sepenuhnya.

Komitmen Polri untuk Semua
Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa apa yang dilakukan anak buahnya di lapangan adalah wujud nyata dari pelayanan Polri yang inklusif. Menurutnya, rasa aman adalah hak setiap warga tanpa memandang latar belakang suku maupun agama.

“Kami hadir untuk memastikan seluruh masyarakat dapat menjalankan aktivitas dan ibadah dengan aman, nyaman, serta penuh ketenangan. Ini adalah komitmen kami membangun kepercayaan publik sekaligus menjaga kondusivitas di Papua,” tegas Irjen Pol. Faizal.

Pendekatan preventif ini akan terus menjadi tulang punggung strategi Satgas Operasi Damai Cartenz. Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, menambahkan bahwa patroli dialogis bukan sekadar kewajiban, melainkan sarana untuk mempererat tali silaturahmi.

Melalui sinergi yang terus dibangun di lapangan, Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 berharap kedamaian di Distrik Sinak bukan hanya sekadar situasi sementara, melainkan menjadi gaya hidup yang dirasakan oleh seluruh warga setiap harinya.

“Pendekatan humanis menjadi prioritas kami. Dengan kehadiran di tengah masyarakat, kita ingin menciptakan komunikasi yang baik agar stabilitas keamanan tidak hanya dijaga oleh aparat, tapi juga didukung oleh masyarakat yang merasa terlindungi,” pungkas Kombes Pol. Adarma.(rls/mn)

Loading