KUTAI TIMUR – Tersangka kasus penculikan yang mengakibatkan meninggalnya seorang anak di Kutai Timur kini telah ditahan di ruang tahanan Polres Kutai Timur. Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto mengungkapkan motif pelaku adalah pemerasan terhadap orang tua korban untuk melunasi utang di bank.

“Motif dari tersangka karena dia memiliki hutang di suatu bank senilai Rp30.000.000 dan dia mengakui berniat melakukan pemerasan terhadap orang tua korban,” ungkap Fauzan di sela kegiatan di Jalan Haji Masdar, Senin (8/6/2026).

Tersangka diketahui mengirimkan secarik kardus bertuliskan tuntutan tebusan yang tulisan tangannya telah diidentifikasi oleh penyidik. Permintaan awal sebesar Rp200 juta kemudian diturunkan menjadi Rp100 juta sebelum akhirnya tersangka melakukan tindak pidana yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Fauzan menyebutkan penanganan kasus ini menggunakan pendekatan scientific crime investigation untuk membuat terang-benderang seluruh rangkaian tindak pidana. Konferensi pers bersama Kapolda Kalimantan Timur juga telah digelar pada Sabtu lalu.

Terkait isu kekerasan seksual terhadap korban sebelum meninggal, Fauzan menyatakan hal itu masih harus dibuktikan secara ilmiah. “Itu harus kita buktikan secara ilmiah. Kami masih menunggu hasil pemeriksaan forensik dari dokter dan update perkembangan selanjutnya akan kami sampaikan,” tegasnya.

AKBP Fauzan Arianto juga menyampaikan bahwa ia telah memerintahkan seluruh jajarannya untuk memperkuat sosialisasi keamanan lingkungan menyusul kasus penculikan anak tersebut. Perintah itu disampaikan sebagai respons atas peristiwa yang ia sebut menjadi bahan evaluasi serius bagi institusi Polri.

“Peristiwa ini menjadi evaluasi kita juga untuk terus memberikan edukasi dan sosialisasi kepada seluruh masyarakat untuk menjaga lingkungan. Kami juga akan mengevaluasi kegiatan preemptive dan preventive kami,” ujarnya

Fauzan menyatakan telah memerintahkan jajaran Polres dan Polsek untuk berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur guna menggencarkan sosialisasi terutama di sekolah-sekolah dan komunitas-komunitas warga. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan kolektif dalam menjaga keamanan anak-anak di lingkungan masing-masing.

“Saya memerintahkan kepada seluruh jajaran Polres Kutai Timur, berkorelasi dengan Pemkab Kutai Timur untuk terus memberikan sosialisasi dan himbauan terutama di sekolah-sekolah dan komunitas untuk bisa menjaga lingkungan keamanan masing-masing,” katanya.

Fauzan juga menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban. Ia berharap tragedi ini menjadi pengingat bagi semua pihak untuk lebih waspada dan aktif dalam menjaga keselamatan anak-anak di Kutai Timur. (Q)

Loading