KUTAI TIMUR – Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, menyoroti penyerapan tenaga kerja lokal oleh perusahaan tambang yang dinilainya belum optimal. Ia meminta program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) perusahaan diarahkan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat agar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Pernyataan tersebut disampaikan Mahyunadi dalam konsultasi publik pembaruan Rencana Induk Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (RIPPM) PT Ganda Alam Makmur (GAM). Menurutnya, program pemberdayaan harus mampu menjawab persoalan mendasar yang dihadapi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan, termasuk keterbatasan akses terhadap pekerjaan.

Dalam sambutannya, Mahyunadi menyebut penyerapan tenaga kerja lokal oleh perusahaan belum mencapai 60 persen, bahkan memperkirakan angkanya mungkin masih di bawah 50 persen. Angka tersebut merupakan pernyataannya dalam forum dan masih memerlukan konfirmasi melalui data ketenagakerjaan resmi.

Ia mengungkapkan, salah satu alasan yang kerap disampaikan perusahaan terkait belum optimalnya penyerapan tenaga kerja lokal adalah ketidaksesuaian keterampilan masyarakat dengan kebutuhan perusahaan.

Mahyunadi menilai persoalan tersebut perlu dijawab melalui pelatihan yang lebih terarah. Menurutnya, perusahaan tidak cukup hanya menyampaikan bahwa keterampilan tenaga kerja lokal belum memenuhi persyaratan, tetapi juga perlu berkontribusi dalam meningkatkan kompetensi calon pekerja.

“Perusahaan wajib melatih masyarakat lokal sesuai dengan kebutuhan yang dibutuhkan oleh perusahaan sendiri,” tegas Mahyunadi.

Ia mengusulkan agar program pelatihan tersebut dapat menjadi bagian dari PPM perusahaan. Dengan demikian, kegiatan pemberdayaan tidak hanya berbentuk bantuan sosial, tetapi juga memberikan bekal keterampilan yang berpotensi meningkatkan akses masyarakat terhadap kesempatan kerja.

Pendekatan itu, menurut Mahyunadi, penting agar pelatihan yang diselenggarakan benar-benar berkaitan dengan kebutuhan industri dan peluang kerja yang tersedia.

Di sisi lain, perwakilan manajemen PT GAM, Herlando Sianipar, menyampaikan bahwa perusahaan sedang menyusun rencana program PPM untuk lima tahun ke depan. Perusahaan mengharapkan masukan dari pemerintah dan masyarakat agar program yang dirancang dapat membuka peluang ekonomi baru di tiga kecamatan dan 14 desa sekitar wilayah operasional.

“Penyusunan program tersebut menjadi kesempatan untuk menyelaraskan kebutuhan tenaga kerja perusahaan dengan peningkatan kompetensi masyarakat setempat,” katanya.(Adv-Kominfo/Q)

Loading