JAKARTA – Para influencer dan kreator konten daerah kini diminta meningkatkan kewaspadaan ekstra terhadap kolom komentar akun mereka. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI mengungkap adanya pergeseran target operasi spam judi online yang kini secara agresif menyasar akun-akun kreator lokal dengan pengikut yang loyal.

Dirjen Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Alexander Sabar, mengungkapkan bahwa sebanyak 52 persen serangan spam judi online saat ini mengarah pada akun-akun kreator konten daerah. Pelaku memiliki perhitungan matang mengapa influencer lokal menjadi target baru.

Mengapa Kreator Lokal Jadi Sasaran?
Bukan tanpa alasan, kreator konten daerah dinilai memiliki beberapa karakteristik yang menguntungkan bagi sindikat judi internasional.

Tingkat Kepercayaan Tinggi, audiens lokal cenderung memiliki ikatan emosional dan kepercayaan yang lebih kuat terhadap kreator daerah.

Moderasi Komentar Rendah, akun skala daerah sering kali tidak memiliki tim moderasi seketat akun selebriti nasional, sehingga komentar spam judi online dapat bertahan lebih lama dan lebih sering terlihat oleh pengikut.

Target Spesifik, kemudahan pelaku dalam membidik audiens sesuai dengan profil demografi lokal.

“Kami mendeteksi perluasan operasi ini sudah menyebar secara serentak ke berbagai platform, mulai dari Instagram, TikTok, Facebook, hingga YouTube. Khusus untuk influencer daerah, audiens mereka dimanfaatkan oleh pelaku untuk menyebarkan tautan ilegal dengan lebih mudah,” ujar Alexander Sabar, Selasa (30/6/2026).

Alex memaparkan bahwa serangan ini bukanlah kerja amatir. Operasi tersebut dijalankan menggunakan mesin otomatis berbasis bot yang dioperasikan dari luar negeri (India dan Brazil), namun dikendalikan oleh jaringan agen WNI yang tergabung dalam ekosistem white-label dengan 138 agen aktif.

Situasi ini menjadi semakin krusial mengingat momentum Piala Dunia FIFA 2026 masih berlangsung hingga 19 Juli mendatang, yang diperkirakan memicu eskalasi promosi taruhan ilegal secara masif.

Melihat fenomena ini, Komdigi mendesak seluruh Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) untuk meningkatkan sistem moderasi otomatis mereka. Namun, di sisi lain, tanggung jawab moral bagi para kreator konten juga menjadi sangat penting.

“Kami mengimbau kepada para kreator, khususnya di daerah, untuk lebih proaktif memantau kolom komentar. Jangan beri ruang bagi tautan judi online di akun Anda, karena itu tidak hanya merugikan pengikut, tetapi juga dapat merusak kredibilitas Anda sebagai kreator,” tegas Alex.

Komdigi juga mengajak masyarakat untuk tidak segan melaporkan akun-akun mencurigakan yang muncul di kolom komentar influencer favorit mereka. Partisipasi aktif dari komunitas lokal dianggap sebagai langkah paling efektif untuk memutus rantai penyebaran judi online yang kini semakin dekat ke ruang lingkup masyarakat terkecil.(rls/mn)

Loading