BANDAR LAMPUNG – Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Lampung bersama Komite Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) XV mengambil langkah tegas untuk menjaga marwah kompetisi olahraga bagi insan pers. Dalam rapat koordinasi di Balai Wartawan Hi. Solfian Akhmad, Bandar Lampung, Jumat (26/6/2026), panitia memutuskan untuk menerapkan sistem verifikasi atlet yang lebih ketat guna mengantisipasi keterlibatan atlet yang tidak memenuhi syarat atau atlet “siluman”.

Rapat tersebut membahas berbagai aspek krusial penyelenggaraan, mulai dari kesiapan pertandingan, penetapan nomor lomba, hingga mekanisme pendaftaran atlet yang menjadi sorotan utama.

Ketua Komite Porwanas XV, Erwin Muhammad, menegaskan bahwa pihaknya kini menggunakan sistem pendaftaran berbasis digital untuk memastikan kredibilitas peserta. Nantinya, seluruh kartu identitas atlet dan kontingen akan dilengkapi dengan barcode.

“Seluruh identitas atlet akan menggunakan barcode sehingga proses verifikasi menjadi lebih akurat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Erwin.

Penggunaan teknologi ini, lanjut Erwin, merupakan langkah preventif untuk mencegah pemalsuan dokumen. Dengan sistem digital, panitia dapat memastikan bahwa setiap individu yang bertanding adalah wartawan yang benar-benar memenuhi kriteria sebagai peserta Porwanas.

Mengenai lini masa pendaftaran, Erwin menjelaskan bahwa proses akan dimulai pada Agustus 2026. Setelah pendaftaran ditutup, panitia akan melakukan verifikasi mendalam hingga Desember 2026, dengan target penetapan daftar atlet resmi pada Januari 2027.

Melalui persiapan yang matang dan sistem verifikasi yang ketat, panitia berharap Porwanas XV dapat terselenggara dengan profesional dan menjunjung tinggi sportivitas. Hal ini sekaligus menjadi komitmen agar ajang tersebut menjadi kompetisi yang kredibel bagi insan pers dari seluruh penjuru Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Harian Porwanas XV, Supriyadi Alfian, menginstruksikan kepada seluruh penanggung jawab cabang olahraga untuk segera menyusun buku panduan pertandingan. Dokumen ini nantinya akan menjadi pedoman resmi agar seluruh kompetisi berjalan tertib sesuai aturan yang berlaku.

“Buku panduan ini sangat penting untuk memastikan seluruh pertandingan berjalan sesuai aturan yang telah ditetapkan dan dapat dipahami oleh seluruh peserta,” pungkas Supriyadi.(*/mn)

Loading