BANYUWANGI – Ratusan pembalap peserta BMX Supercross 2026, 27 Juni mendatang sudah mulai terlihat kedatangannya di Banyuwangi. Bahkan tidak sedikit pula dari mereka sudah menggelar latihan menjajal sirkuit yang terletak di Desa Muncar tersebut.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Banyuwangi Dwi Handayani mengungkapkan, selain pembalap nasional sejumlah negara yang terjadwal akan terlibat di antaranya Singapura, Philippina dan Thailand.
Sejumlah persiapan sudah dilakukan oleh Dispora di lapangan untuk memastikan peserta terfasilitasi dengan baik. Saat ini perbaikan dan pembersihan area sirkuit tengah dilakukan agar sesuai dengan regulasi Union Cycliste Internationale (UCI) mengingat balap sepeda BMX itu masuk dalam kalender UCI Class 1.
“Aspek teknisnya menyiapkan agar pelaksanaan lancar aman, seperti menyiapkan prosedur medis apabila ada kejadian yang tidak diinginkan/cedera, kemudian keamanan di area paddock dan start hill, mengatur mekanisme proses start, agar berjalan cepat dan benar,” tegasnya.
“Kami juga tengah melakukan pemetaan lokasi untuk peralatan lomba dan property lomba. Melakukan koordinasi dengan stakeholder atau skpd terkait, khususnya masalah medis, keamanan, rekayasa parkir, atraksi dan lainnya,” tambah Yani.
Yani mengatakan bahwa sejumlah pemain sudah hadir dan berlatih di Banyuwangi. Pihaknya menyediakan fasilitas memadai dengan retribusi yang sangat terjangkau bagi peserta. Bagi pengguna sirkuit untuk berlatih akan dikenakan retribusi sebesar Rp. 5.000/orang bagi pembalap lokal banyuwangi, Rp. 10.000/orang bagi pembalap dari luar Banyuwangi dan Rp. 2.500.000 bagi pembalap international yang dihitung per tim per hari.
“Kalau tim luar negeri lebih mahal karena peserta meminta satu paket lengkap bersama tenaga medis juga yang disiapkan mengawal saat latihan berlangsung,” ungkap Yani.
Pada BMX Supercross 2026 ini, terdapat kategori yang sebelumnya tidak ada, yakni kategori men & women under 23 (U23) yang belum pernah dilaksanakan di Banyuwangi BMX Supercross sebelumnya.
![]()

