JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap dinamika cuaca sepekan ke depan, periode 16 hingga 22 Juni 2026. Meski sebagian wilayah Indonesia bagian selatan telah memasuki musim kemarau, potensi hujan lebat dan angin kencang masih tetap signifikan di wilayah bagian utara.
Direktorat Meteorologi Publik BMKG mencatat, saat ini 33,3% dari total Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah memasuki musim kemarau. Wilayah seperti Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara bahkan telah mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) dalam kategori menengah hingga sangat panjang.
“Pengurangan curah hujan mulai meluas, terutama di bagian selatan. Masyarakat di wilayah ini perlu mewaspadai potensi kekeringan meteorologis dan suhu udara yang lebih panas pada siang hari,” demikian bunyi laporan resmi BMKG yang diperbarui pada Senin (15/6/2026).
Ancaman Hujan Lebat di Wilayah Utara
Berbanding terbalik dengan wilayah selatan yang kering, wilayah Indonesia bagian utara masih akan diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sangat lebat. Hal ini dipicu oleh aktifnya dinamika atmosfer regional, seperti Gelombang Rossby Ekuatorial, Gelombang Kelvin, serta adanya pola siklonik di beberapa perairan Indonesia.
Pada periode 16–18 Juni 2026, BMKG mengeluarkan status Siaga Hujan Lebat hingga Sangat Lebat untuk wilayah Aceh, Sumatra Utara, Kalimantan Tengah, Sulawesi Barat, dan Maluku Utara. Sementara itu, untuk periode 19–22 Juni 2026, ancaman angin kencang diprediksi mendominasi di wilayah Kalimantan Timur, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.
Imbauan bagi Masyarakat
BMKG mengimbau masyarakat untuk menyesuaikan aktivitas berdasarkan kondisi cuaca di wilayah masing-masing:
Untuk Wilayah Kemarau: Warga diimbau menjaga kecukupan cairan tubuh, menggunakan pelindung dari paparan sinar matahari, serta menyiapkan pakaian hangat saat beraktivitas di dataran tinggi pada malam atau pagi hari.
Untuk Wilayah Potensi Hujan: Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak turunan seperti genangan, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang. Hindari berteduh di bawah pohon besar atau papan reklame saat hujan disertai kilat/petir.
“Meskipun secara umum sudah memasuki musim kemarau, dinamika atmosfer dan faktor lokal masih mendukung pertumbuhan awan hujan. Masyarakat agar terus memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG,” tutup imbauan tersebut.
Masyarakat disarankan untuk selalu mengakses informasi cuaca terperinci melalui situs resmi BMKG, aplikasi mobile InfoBMKG, atau mengikuti kanal media sosial @infoBMKG untuk mendapatkan pembaruan berkala.(rls/mn)
![]()

