MAKKAH – Operasional pemulangan jemaah haji Indonesia 1447 H/2026 M berjalan lancar dan terkendali. Hingga hari ke-56 operasional haji, sebagaimana dilaporkan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI, Senin (15/6/2026), sebanyak 96.155 orang yang terdiri dari jemaah dan petugas telah diterbangkan kembali ke tanah air.
Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaf, mengungkapkan bahwa total tersebut berasal dari 245 kelompok terbang (kloter) yang diberangkatkan melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah. Dari jumlah itu, 233 kloter dengan total 91.638 orang telah mendarat di berbagai embarkasi di Indonesia.

“Proses pemulangan berjalan sesuai rencana. Seluruh layanan terus dioptimalkan agar jemaah dapat kembali ke tanah air dengan aman dan nyaman,” ujar Maria di Makkah, Senin (15/6/2026).
Maria menjelaskan bahwa hari ini merupakan momentum transisi krusial dalam fase pemulangan. Senin ini menjadi hari terakhir pendorongan jemaah Gelombang I dari Makkah menuju Bandara Jeddah. Penerbangan terakhir untuk Gelombang I dijadwalkan pada Selasa dini hari (16/6/2026) pukul 01.45 waktu Arab Saudi.
“Mulai Selasa (16/6/2026), operasional pemulangan akan sepenuhnya berfokus pada jemaah Gelombang II yang berada di Madinah. Kepulangan mereka akan dilayani melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah,” jelasnya.
Hingga saat ini, pergerakan jemaah Gelombang II dari Makkah menuju Kota Nabi terus berlangsung dengan total 53.894 orang yang telah diberangkatkan. Sementara itu, jemaah haji khusus yang telah kembali ke tanah air mencapai 15.802 orang.
Menjelang proses kepulangan, Kemenhaj menekankan pentingnya menjaga kondisi kesehatan fisik. Jemaah diimbau untuk menjaga pola istirahat, mengonsumsi makanan bergizi, dan memperbanyak minum air putih. Maria juga meminta para jemaah untuk saling menjaga semangat gotong royong, terutama dalam membantu jemaah lanjut usia dan mereka yang membutuhkan pendampingan.
Selain itu, Kemenhaj kembali memberikan peringatan tegas terkait larangan membawa air zamzam di dalam koper bagasi maupun kabin. Aturan ini sangat penting untuk memastikan kelancaran keamanan penerbangan dan menghindari keterlambatan bagasi.
“Kepatuhan jemaah terhadap aturan sangat membantu mempercepat proses keberangkatan,” tegas Maria.
Sebagai penutup, Kemenhaj berharap seluruh rangkaian operasional haji tahun ini tuntas dengan aman hingga kloter terakhir. Pihaknya juga berpesan agar nilai-nilai kemabruran haji, yang mencakup akhlak mulia dan kepedulian sosial, dapat terus diimplementasikan jemaah saat kembali ke tengah keluarga dan masyarakat.(rls/mn)
![]()

