SAMARINDA – Sejumlah wilayah di Kota Samarinda mengalami pemadaman listrik selama beberapa jam pada Senin (15/6/2026). Gangguan pasokan listrik ini dipicu oleh cuaca buruk berupa hujan deras yang mengguyur ibu kota Kalimantan Timur tersebut sejak siang hari.

Berdasarkan laporan warga, pemadaman listrik mulai dirasakan sekitar pukul 13.55 WITA. Wilayah yang terdampak cukup luas, meliputi Kecamatan Samarinda Ulu, Sungai Kunjang, hingga Sungai Pinang. Tidak hanya hunian warga, gangguan ini juga melumpuhkan aktivitas perkantoran, termasuk operasional di Gedung PWI Kaltim, Jalan Biola.

“Tidak ada informasi sampai kapan pemadaman ini, pekerjaan jadi terhambat,” keluh Intoniswan, penanggung jawab media niaga.asia saat dikonfirmasi Senin sore.

Di lapangan, warga sempat melaporkan adanya suara petir yang menggelegar sesaat sebelum listrik padam. Selain faktor cuaca, pihak PLN sempat memberikan informasi awal bahwa gangguan tersebut disebabkan oleh baliho yang mengenai jaringan distribusi listrik.

Manager PLN UP3 Samarinda, Adrian Sitompul, melalui keterangan resmi yang dirilis Senin malam, menyatakan bahwa gangguan utama terjadi akibat masalah pada salah satu trafo di Gardu Induk Tengkawang pada pukul 13.51 WITA.

“PLN telah melakukan upaya pemulihan sistem kelistrikan secara bertahap di wilayah Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda Ulu, dan Sungai Pinang. Hingga pukul 15.00 WITA, progres pemulihan telah mencapai 67 persen,” jelas Adrian.

Warga di beberapa titik, seperti di Jalan P. Suryanata, Kelurahan Air Putih, melaporkan bahwa aliran listrik baru kembali normal sepenuhnya pada malam hari sekitar pukul 19.30 WITA, bertepatan dengan waktu salat Isya.

Pihak PLN memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan berkomitmen untuk terus mempercepat penormalan sistem agar seluruh pelanggan dapat kembali menikmati layanan listrik secara optimal. Masyarakat diimbau untuk memantau informasi perkembangan kelistrikan melalui saluran resmi PLN.(mn)

Loading